bonds

Fixed Income Daily Notes 31 Aug 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

31 August 2026 - 07.55am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 31 Aug 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 12-09-2026, 02:44

Americas

Warsh pertahankan sikap hawkish meski data tenaga kerja direvisi lebih rendah. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa tekanan inflasi inti masih belum menunjukkan perlambatan yang memadai dan kembali menekankan PCE sebagai indikator utama dalam penentuan kebijakan moneter. Di sisi lain, revisi data ketenagakerjaan AS menunjukkan jumlah payroll dalam 12 bulan hingga Maret 2026 lebih rendah 79 ribu dibanding estimasi awal, namun penyesuaian yang relatif terbatas tersebut belum cukup untuk mengubah pandangan bahwa pasar tenaga kerja masih tetap cukup solid. Kondisi ini mendukung ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama untuk memastikan inflasi kembali menuju target.

 

Yield UST dan dolar AS menguat setelah Warsh pertegas sikap hawkish The Fed. Imbal hasil UST tenor 10 tahun kembali naik mendekati 4,75% sementara indeks dolar AS menguat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi inti belum menunjukkan perlambatan yang berarti dan target inflasi 2,0% tetap menjadi prioritas utama. Pernyataan tersebut mendorong pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang. Di sisi lain, revisi payroll tahunan yang relatif kecil turut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup solid sehingga memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.

 

Europe

 

Euro melemah setelah sikap hawkish The Fed kembali menguatkan dolar AS. Euro turun ke sekitar USD 1,16 setelah komentar Ketua The Fed Kevin Warsh memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS berpotensi bertahan tinggi lebih lama guna memastikan inflasi kembali ke target 2,0%. Di sisi lain, inflasi di Prancis dan Spanyol yang masih meningkat memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan oleh ECB. Meski demikian, penguatan dolar AS yang lebih dominan membuat euro tetap tertekan di tengah perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara AS dan Eropa.

 

Yield obligasi Eropa bertahan tinggi di tengah ekspektasi suku bunga tetap ketat. Yield Gilt Inggris tenor 10 tahun bertahan di atas 5,0% sementara yield Bund Jerman mendekati level tertinggi sejak 2011, didorong oleh kekhawatiran inflasi yang masih persisten meski harga minyak mulai mereda. Inflasi yang tetap tinggi di Inggris serta tekanan harga yang kembali muncul di beberapa negara Eurozone memperkuat ekspektasi bahwa BoE dan ECB akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Sentimen tersebut juga diperkuat oleh pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan bahwa inflasi global masih menjadi risiko utama bagi bank sentral.

 

Asia

Konsumsi Korea Selatan melemah, sementara manufaktur Jepang tetap resilien. Penjualan ritel Korea Selatan turun 2,4% MoM pada Juli 2026, berbalik dari kenaikan bulan sebelumnya dan mengindikasikan melemahnya konsumsi domestik di awal kuartal III. Sebaliknya, produksi industri Jepang masih tumbuh 0,1% MoM dan memperpanjang tren ekspansi selama empat bulan berturut-turut, menunjukkan sektor manufaktur tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian permintaan global.

 

Yield di Asia bervariasi. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik di atas 2,9% seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank of Japan, didukung inflasi yang lebih tinggi dan pasar tenaga kerja yang masih kuat. Sebaliknya, yield obligasi China tenor 10 tahun bertahan rendah di sekitar 1,7% karena pelemahan momentum ekonomi meningkatkan harapan akan dukungan kebijakan tambahan dari pemerintah dan PBoC. Kondisi ini mencerminkan perbedaan arah kebijakan moneter di Asia, dengan Jepang bergerak menuju normalisasi sementara China tetap mempertahankan kebijakan yang akomodatif untuk mendukung pertumbuhan.

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas