BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 30 Jul 2026

Company

Fixed Income

Published On

30 July 2026 - 08.23am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 30 Jul 2026

View

Latest update: 28-08-2026, 21:14

Americas

The Fed pertahankan suku bunga, namun sinyal hawkish masih bertahan. The Federal Reserve mempertahankan Fed Funds Rate di kisaran 3,50%-3,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut, sesuai ekspektasi pasar. Meski demikian, tiga anggota FOMC menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps, sementara The Fed tetap menilai inflasi masih berada di atas target dan menegaskan kesiapan untuk kembali memperketat kebijakan jika diperlukan. Di sisi lain, kenaikan yield Treasury dan tingginya suku bunga mendorong suku bunga KPR 30 tahun AS naik ke 6,76%, level tertinggi sejak Agustus 2025, yang kembali menekan aktivitas pembelian rumah dan refinancing.

Harga minyak dan emas menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Harga minyak naik ke atas USD84 per barel setelah kembali memanasnya konflik AS–Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, sementara penurunan persediaan minyak komersial dan cadangan strategis AS turut memperketat kondisi pasar. Di saat yang sama, harga emas menguat mendekati USD4.100 per ons setelah The Fed mempertahankan suku bunga, meskipun sikap bank sentral yang masih hawkish dan meningkatnya risiko geopolitik.

Yield UST naik meski The Fed mempertahankan suku bunga. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,66% setelah The Fed menahan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, namun tiga anggota FOMC memberikan suara untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 bps. Pernyataan Ketua The Fed yang tetap menekankan komitmen untuk merespons risiko inflasi jika diperlukan serta kembali meningkatnya harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah menjaga ekspektasi suku bunga tetap tinggi, meskipun probabilitas kenaikan suku bunga pada September menurun dibanding sebelum keputusan FOMC.

Europe

Tekanan upah di Eurozone terus mereda. Wage tracker ECB menunjukkan upah yang dinegosiasikan diperkirakan tumbuh 2,3% pada 2026 dan 2,7% pada awal 2027, lebih rendah dibandingkan kenaikan 3,0% pada 2025, mengindikasikan belum adanya tanda-tanda wage-price spiral meskipun inflasi energi kembali meningkat. Sementara itu, kredit konsumsi di Inggris naik menjadi GBP1,8 miliar pada Juni 2026, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 9,1%, tertinggi sejak 2018, mencerminkan konsumsi rumah tangga yang masih relatif solid.

Yield obligasi Eropa naik tipis di tengah kembali meningkatnya risiko inflasi. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik ke sekitar 3,12% dan gilt Inggris tenor 10 tahun ke 4,97% setelah memanasnya kembali ketegangan AS–Iran mendorong harga minyak lebih tinggi dan menghidupkan kekhawatiran inflasi. Sementara itu, pasar masih memperkirakan ECB berpotensi melanjutkan pengetatan kebijakan dengan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan, sedangkan BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang meskipun risiko kenaikan inflasi akibat harga energi tetap menjadi perhatian.

Asia

PBoC tambah likuiditas jelang akhir bulan. People's Bank of China (PBoC) menyuntikkan likuiditas sebesar CNY806,5 miliar melalui operasi reverse repo untuk menjaga kecukupan likuiditas sistem perbankan menjelang akhir bulan. Langkah ini merupakan bagian dari rencana injeksi likuiditas jangka pendek senilai CNY2,1 triliun yang diumumkan sebelumnya, mencerminkan upaya otoritas moneter menjaga stabilitas pasar.

Yield obligasi Asia bervariasi jelang keputusan bank sentral masing-masing. Yield JGB tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,76% menjelang pertemuan Bank of Japan, dengan pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut untuk meredam inflasi dan pelemahan yen. Sementara itu, yield obligasi Australia tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,9% setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, meskipun inflasi masih berada di atas target bank sentral.