bonds

    Fixed Income Daily Notes 30 January 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    30 January 2026 - 08.11am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 30 January 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 05-04-2026, 21:20

    Americas

    Defisit dagang AS melebar tajam pada November 2025. Defisit perdagangan AS melebar signifikan ke USD 56,8 miliar pada November dari USD 29,2 miliar di Oktober, jauh di atas perkiraan, di tengah volatilitas akibat perubahan kebijakan tarif pemerintahan Trump. Impor naik 5% menjadi USD 348,9 miliar, terutama karena lonjakan pembelian farmasi dan komputer, sementara ekspor turun 3,6% menjadi USD 292,1 miliar akibat penurunan emas nonmoneter, produk farmasi, dan minyak mentah. Defisit melebar terhadap Vietnam, China, dan Uni Eropa, sementara sedikit menyempit terhadap Meksiko dan Taiwan.

    UST tetap tinggi, dolar melemah singkat karena sentimen pasar rapuh. Yield Treasury AS 10 tahun bertahan sedikit di atas 4,25% setelah The Fed menahan suku bunga dan dua anggota FOMC mendorong pemangkasan 25 bps, sementara pasar tetap memperkirakan dua kali penurunan tahun ini dan kurva yang makin curam akibat reinvestasi Fed ke tenor pendek. Sentimen terhadap aset AS masih tertekan oleh ancaman tarif Trump dan kebijakan Jepang yang memicu aksi jual JGB. Di waktu yang sama, indeks dolar kembali turun ke sekitar 96 karena dorongan dari komentar “strong dollar” Treasury tidak bertahan, sementara arus ke aset riil seperti emas, perak, dan tembaga makin kuat di tengah risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan.

     

    Europe

    Kepercayaan industri Zona Euro menguat di awal 2026. Indikator kepercayaan industri Zona Euro naik ke ‑6,8 pada Januari, membaik dari ‑8,5 di Desember dan lebih kuat dari ekspektasi pasar, menandai level tertinggi sejak Mei 2023. Perbaikan terjadi secara luas, dengan perusahaan melaporkan peningkatan ekspektasi produksi, penilaian lebih baik atas order book keseluruhan, dan penurunan stok barang jadi. Namun, di luar indikator utama, penilaian terhadap order ekspor dan perubahan produksi terbaru sedikit melemah, menunjukkan pemulihan masih belum merata.

    Yield Eropa turun tipis di tengah ekspektasi pelonggaran ECB. Yield gilt Inggris 10 tahun stabil sedikit di atas 4,55% karena pasar memperkirakan BoE dan The Fed akan menahan suku bunga lebih lama, sementara data BRC menunjukkan tekanan harga yang masih kuat. Pound yang menguat membantu meredam inflasi impor, sedikit mengimbangi tekanan harga domestik. Di kawasan Eropa, yield BTP Italia mendekati 3,45% dan OAT Prancis turun menuju 3,4% setelah komentar pejabat ECB yang membuka peluang pemangkasan suku bunga jika penguatan euro menekan proyeksi inflasi. Peluang rate cut Juli naik ke sekitar 25% dari sebelumnya 15%. Euro juga menembus USD 1,20 untuk pertama kalinya sejak 2021 di tengah pelemahan dolar.

    Asia

    Pengangguran Jepang stabil, namun penjualan ritel melemah di akhir 2025. Tingkat pengangguran Jepang tetap di 2,6% pada Desember, level tertinggi sejak Juli 2024, dengan jumlah pengangguran bertambah 50 ribu dan tingkat partisipasi tenaga kerja turun ke 63,9%. Di saat yang sama, penjualan ritel anjlok 0,9% YoY (penurunan pertama sejak Agustus) dipicu pelemahan tajam pada kategori pakaian, bahan bakar, dan ritel non‑toko. Penjualan ritel juga turun 2,0% MoM setelah kenaikan pada November, menandakan tekanan terhadap konsumsi rumah tangga di akhir 2025.

    Yield JGB turun setelah lelang tenor panjang meredakan kekhawatiran fiskal. Yield JGB 10 tahun turun sekitar 5 bps ke 2,24% setelah lelang obligasi 40 tahun mencatat permintaan terkuat sejak Maret tahun lalu, meredakan kekhawatiran fiskal yang sempat memicu aksi jual besar akibat usulan penghapusan pajak makanan oleh PM Takaichi. Pasar juga mencermati ketidakpastian politik jelang pemilu kilat 8 Februari, dengan survei awal menunjukkan peluang LDP meningkatkan kursi untuk mengamankan mayoritas dan mendorong kebijakan fiskal ekspansif. Risalah rapat Desember BOJ turut menegaskan kesiapan melanjutkan kenaikan suku bunga bila prospek ekonomi dan inflasi.