Terakhir diperbarui: 23-09-2026, 12:03
Americas
Pasar tenaga kerja AS mulai melambat, BoC tetap waspadai inflasi. Data ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 38 ribu pekerjaan pada Agustus 2026, terendah sejak Januari dan mengindikasikan moderasi pasar tenaga kerja meski pertumbuhan upah masih relatif stabil. Sementara itu, Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan di 2,25% namun menyoroti meningkatnya risiko inflasi akibat kenaikan harga energi dan ketidakpastian global. Kombinasi perlambatan ketenagakerjaan dan risiko inflasi yang masih tinggi memperkuat ketidakpastian kebijakan moneter negara maju dalam beberapa bulan ke depan.
Harga minyak bertahan di USD90, emas pulih terbatas. Harga minyak bertahan di atas USD90 per barel setelah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dari Timur Tengah, meski arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih berlangsung. Di sisi lain, emas rebound ke atas USD4.360 per ons setelah pelemahan sementara dolar AS dan yield UST, namun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang masih tinggi membatasi ruang penguatan lebih lanjut.
Yield UST bertahan dekat level tertinggi 2025. Imbal hasil UST tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,79% setelah reli lima sesi beruntun, didorong oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di tengah risiko inflasi yang masih tinggi akibat kenaikan harga energi. Meski pelemahan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi pasar obligasi untuk stabil, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada September tetap tinggi. Fokus investor kini beralih ke data ketenagakerjaan AS, setelah data ADP mengindikasikan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta mulai melambat.
Europe
Tekanan inflasi Eropa kembali meningkat. Inflasi produsen Italia naik 7,8% YoY pada Juli 2026, tertinggi sejak awal 2023, didorong lonjakan harga energi yang mengindikasikan tekanan biaya masih kuat di sektor industri. Sementara itu, jumlah pengangguran terdaftar di Spanyol meningkat pada Agustus, meski masih menjadi yang terendah untuk bulan Agustus sejak 2007. Kombinasi tekanan harga yang tinggi dan pasar tenaga kerja yang relatif solid memperkuat pandangan bahwa risiko inflasi di Eropa masih perlu dicermati.
Yield obligasi Eropa terus menanjak. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik ke 3,4%, tertinggi sejak 2011, sementara yield Gilt Inggris bertahan di atas 5,2% seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak dan berlanjutnya konflik di Timur Tengah. Inflasi Eurozone yang mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga ECB dalam waktu dekat, dengan pasar juga mulai mengantisipasi pengetatan lanjutan hingga akhir tahun. Sentimen hawkish dari ECB dan The Fed turut menjaga tekanan kenaikan yield di pasar obligasi global.
Asia
BoJ dan RBNZ pertahankan bias hawkish. Anggota Dewan BoJ dan Gubernur Kazuo Ueda sama-sama mengindikasikan ruang kenaikan suku bunga lebih lanjut masih terbuka seiring meningkatnya risiko inflasi dan kondisi moneter yang dinilai masih akomodatif. Sementara itu, RBNZ kembali menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 2,75% untuk mengendalikan inflasi yang masih tinggi, menegaskan bahwa sejumlah bank sentral di kawasan Asia Pasifik masih cenderung mengutamakan pengendalian harga dibanding pertumbuhan ekonomi.
Yield obligasi Asia kembali naik di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga. Yield JGB tenor 10 tahun menembus 3,0%, level tertinggi sejak 1996, setelah pejabat BoJ mengisyaratkan perlunya kewaspadaan lebih tinggi terhadap risiko inflasi dan pasar semakin yakin kenaikan suku bunga akan dilakukan dalam waktu dekat. Di Australia, yield obligasi tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2011, didukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan serta meningkatnya ekspektasi pengetatan lanjutan oleh RBA.
