Terakhir diperbarui: 05-03-2026, 19:35
Americas
Manufaktur AS kembali ekspansi untuk pertama kalinya dalam setahun. ISM Manufacturing PMI AS melonjak ke 52,6 pada Januari dari 47,9 di Desember, jauh melampaui ekspektasi dan menandai ekspansi pertama dalam 12 bulan. Kenaikan didorong oleh perbaikan pesanan baru, produksi, serta pemulihan moderat pada tenaga kerja, pengiriman pemasok, dan inventori, meski dua komponen terakhir masih di zona kontraksi. Tekanan harga relatif stabil. ISM mencatat bahwa sebagian kenaikan dapat dipengaruhi pola re‑ordering pasca liburan dan upaya pelaku usaha mengantisipasi kenaikan harga akibat isu tarif, sehingga pemulihan tetap perlu dicermati.
Yield UST turun tipis karena sentimen risk-off. Yield Treasury AS 10 tahun turun tipis menuju 4,22% seiring meningkatnya risk‑off dan peralihan investor dari aset berisiko. Pasar kini menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan di bawah Kevin Warsh, yang dinominasikan Trump sebagai Ketua The Fed dan dinilai lebih hawkish—cenderung mendukung suku bunga lebih rendah tetapi tidak agresif, serta kemungkinan memperketat neraca Fed. Meski FOMC masih terbelah terkait laju pelonggaran, pasar tetap memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Sentimen juga ditopang kesepakatan sementara antara DPR dan Senat untuk mencegah government shutdown, yang menunggu persetujuan DPR.
Europe
PMI manufaktur Eropa mulai membaik, namun pemulihan masih tidak merata. Aktivitas manufaktur Eropa menunjukkan perbaikan di Januari, dengan Prancis memimpin lewat PMI 51,2 didukung kenaikan output, inventori, dan sentimen bisnis. Italia juga membaik meski tetap di zona kontraksi, dengan PMI naik tipis ke 48,1 karena permintaan masih lemah dan biaya input melonjak akibat kenaikan harga bahan mentah. Secara keseluruhan, manufaktur Eropa menunjukkan tanda stabilisasi, tetapi tekanan biaya, lemahnya permintaan eksternal, dan risiko geopolitik tetap membayangi prospek pemulihan kawasan.
Yield Eropa bergerak turun ringan jelang keputusan ECB dan BoE. Yield gilt Inggris turun ke sekitar 4,505% karena pasar menunggu keputusan BoE yang diperkirakan menahan suku bunga, dengan ekspektasi pelonggaran makin berkurang akibat inflasi yang masih tinggi. Bund Jerman bertahan di sekitar 2,87% didukung revisi naik PMI manufaktur ke 49,1, meski tekanan biaya meningkat dan tenaga kerja kembali terpangkas. Di Italia, yield BTP tetap sedikit di bawah 3,5% menjelang rapat ECB, dengan pasar menilai penguatan euro berpotensi mendorong bank sentral membuka kembali opsi pemangkasan suku bunga. PMI manufaktur Italia naik tipis ke 48,1 meski permintaan masih lemah dan biaya input melonjak.
Asia
PMI manufaktur China naik tipis meski prospek usaha masih rapuh. RatingDog China General Manufacturing PMI meningkat ke 50,3 pada Januari dari 50,1, menandai ekspansi ringan dan tercepat sejak Oktober. Kenaikan ditopang percepatan output, pesanan baru yang menguat, serta kenaikan pesanan ekspor yang mendorong perusahaan menambah tenaga kerja untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Aktivitas pembelian juga naik sementara kondisi pasokan stabil. Dari sisi harga, inflasi biaya input melonjak ke level tertinggi sejak September akibat kenaikan harga logam, mendorong harga jual naik untuk pertama kalinya sejak 2024.
Yield Jepang–Korea naik karena tekanan politik. Yield JGB 10 tahun bergerak ke sekitar 2,27% menjelang pemilu kilat 8 Februari di tengah ekspektasi kebijakan fiskal ekspansif serta sinyal BOJ yang membuka peluang kenaikan suku bunga lebih cepat untuk merespons dampak pelemahan yen. Di Korea Selatan, yield 10 tahun naik ke 3,65% akibat memudarnya prospek pemangkasan suku bunga, kenaikan biaya pendanaan, pelemahan won, dan likuiditas domestik yang mengetat karena tingginya investasi luar negeri oleh penduduk, sehingga permintaan obligasi tenor panjang melemah.
