bonds

    Fixed Income Daily Notes 29 January 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    29 January 2026 - 08.37am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 29 January 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 05-04-2026, 21:05

    Americas

    Fed tahan suku bunga di 3,5%–3,75% dengan dua dissenting voters. The Fed mempertahankan federal funds rate di kisaran 3,5%–3,75% pada pertemuan Januari, sesuai ekspektasi, setelah tiga kali pemangkasan tahun lalu yang membawa biaya pinjaman ke level terendah sejak 2022. Dua gubernur (Stephen Miran dan Christopher Waller) memilih pemotongan tambahan 25 bps, sementara mayoritas menilai aktivitas ekonomi masih solid, pertumbuhan lapangan kerja rendah namun stabil, dan inflasi tetap agak tinggi. The Fed menegaskan keputusan ke depan akan bergantung pada data dan keseimbangan risiko. Powell menyebut ekonomi AS memasuki 2026 dengan landasan yang kuat dan suku bunga saat ini dianggap sesuai untuk mendukung pencapaian target inflasi dan ketenagakerjaan.

    UST bertahan tinggi, dolar stabil setelah komentar pro‑dollar Treasury. Yield UST 10 tahun tetap sedikit di atas 4,25% usai The Fed menahan suku bunga dan dua anggota FOMC mendukung pemotongan 25 bps, sementara pasar masih memperkirakan dua penurunan tahun ini. Kurva diperkirakan makin curam karena reinvestasi The Fed di tenor pendek, ditambah tekanan dari sentimen hati‑hati terkait ancaman tarif baru AS dan volatilitas JGB. Di sisi lain, indeks dolar bertahan di atas 96 setelah komentar Treasury yang menegaskan komitmen pada “strong dollar policy”, meredakan spekulasi intervensi FX meski sebelumnya greenback tertekan oleh ketidakpastian geopolitik dan komentar Trump.

     

    Europe

    Sentimen konsumen Jerman dan Italia mulai membaik. Indikator GfK Jerman naik ke ‑24,1 dari ‑26,9, didorong lonjakan ekspektasi pendapatan dan ekonomi serta membaiknya minat belanja, meski tingkat keyakinan tetap berada di zona lemah dan pemulihan dinilai rapuh akibat tensi geopolitik. Di Italia, indeks kepercayaan konsumen naik tipis ke 96,8, tertinggi sejak Oktober 2025, ditopang pandangan yang lebih baik terhadap kondisi ekonomi, finansial pribadi, dan peluang menabung, dengan seluruh komponen mencatat perbaikan meski masih di bawah ekspektasi.

    Yield Swiss dan Eropa turun di tengah prospek pelonggaran bank sentral. Yield Swiss 10 tahun bertahan di sekitar 0,2%, terendah delapan minggu, didorong inflasi yang hanya 0,1% dan kontraksi PDB 0,5% yang memperkuat peluang kebijakan longgar, sementara penguatan franc ke level tertinggi satu dekade menarik arus safe haven. Di Prancis, yield OAT 10 tahun turun menuju 3,4% setelah komentar ECB yang membuka peluang pemangkasan suku bunga jika euro terus menguat, dengan pasar kini menilai potensi 25 bps cut pada Juli naik ke sekitar 25%. Bund Jerman 10 tahun juga melemah ke sekitar 2,85% seiring ekspektasi easing musim panas meningkat, sementara euro menembus USD 1,20 untuk pertama kalinya sejak 2021 di tengah pelemahan dolar dan dinamika politik Eropa yang relatif mereda.

    Asia

    India pangkas tarif mobil mewah Eropa dalam pakta dagang baru. India akan menurunkan tarif impor mobil mewah asal Uni Eropa menjadi 30% dari sebelumnya yang bisa mencapai 110%, membuka kesempatan lebih besar bagi merek seperti BMW dan Mercedes-Benz masuk ke pasar yang selama ini sangat protektif. Kesepakatan dagang UE–India tersebut juga mencakup rencana pemangkasan tarif secara bertahap hingga 10% untuk mobil berharga di atas EUR 15.000, meski detail implementasinya belum diungkapkan.

    Yield JGB stabil, yen kembali melemah. Yield JGB 10 tahun bertahan di sekitar 2,27% setelah risalah pertemuan Desember BOJ menunjukkan sebagian besar anggota mendukung kelanjutan kenaikan suku bunga bila tren ekonomi dan inflasi sesuai proyeksi, sementara dinamika politik jelang pemilu kilat menambah kehati‑hatian karena penurunan dukungan untuk PM Takaichi dan kekhawatiran fiskal dari agenda belanja yang lebih besar. Yen kembali melemah menembus 153,5 per dolar setelah AS membantah spekulasi intervensi bersama, meskipun pasar tetap waspada menyusul rate check USD/JPY oleh New York Fed dan sinyal koordinasi erat dari otoritas Jepang.