bonds

    Fixed Income Daily Notes 28 January 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    28 January 2026 - 08.29am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 28 January 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 05-04-2026, 21:20

    Americas

    Pasar menunggu panduan The Fed jelang keputusan suku bunga. Investor bersiap menghadapi keputusan kebijakan terbaru The Fed, dengan konsensus pasar mengarah pada suku bunga yang tetap, sementara fokus utama bergeser pada sinyal waktu pemangkasan berikutnya. Ekspektasi saat ini mengarah pada dua penurunan masing‑masing 25 bps sebelum akhir tahun, di tengah jadwal rilis kinerja keuangan emiten teknologi besar yang turut membentuk sentimen pasar.

    UST 10 tahun naik tipis, indeks dolar lanjut melemah jelang keputusan The Fed. Yield Treasury AS 10 tahun bergerak naik ke 4,24% menjelang keputusan The Fed yang diperkirakan menahan suku bunga, di tengah kekhawatiran soal independensi bank sentral dan spekulasi bahwa Presiden Trump dapat mengumumkan kandidat ketua The Fed baru yang lebih dovish dalam pekan ini. Ketidakpastian terkait potensi government shutdown serta sentimen “sell America trade” turut menopang yield. Di sisi lain, indeks dolar melemah ke 96,2—terendah sejak Februari 2022—tertekan prospek kebijakan The Fed yang lebih longgar, kekhawatiran politik fiskal AS, dan spekulasi intervensi bersama AS–Jepang untuk menahan volatilitas pasar valuta.

     

    Europe

    Euro dan pound menguat tajam didorong pelemahan dolar. Euro menembus USD 1,19, level tertinggi sejak 2021, ditopang dolar yang terus melemah dan rampungnya kesepakatan dagang EU–India yang membuka zona perdagangan bagi dua miliar penduduk. Pound Inggris juga menguat di atas USD 1,37 setelah data BRC menunjukkan kenaikan harga toko 1,5% YoY, menambah kekhawatiran inflasi yang dapat membatasi ruang pemangkasan suku bunga BoE. Sentimen pasar tetap berhati‑hati di tengah ancaman tarif baru AS terhadap Korea Selatan serta fokus pada keputusan The Fed yang diperkirakan menahan suku bunga, diiringi spekulasi kandidat pengganti Powell yang lebih dovish.

    Yield Eropa flat di tengah kesepakatan dagang EU–India dan ancaman tarif AS. Yield Bund Jerman 10 tahun naik ke 2,89% mendekati level tertinggi sejak Maret 2025 setelah pasar mencermati rampungnya kesepakatan dagang besar EU–India di tengah memanasnya tensi perdagangan global, sementara ancaman tarif baru AS terhadap Korea Selatan ikut menekan sentimen. Pergerakan serupa terlihat pada BTP Italia 10 tahun yang bertahan sedikit di bawah 3,5% menghadapi kombinasi kesepakatan EU–India dan risiko tarif AS. Di Inggris, yield gilt 10 tahun berada di sekitar 4,5% setelah data BRC menunjukkan kenaikan harga toko 1,5% YoY yang memicu kekhawatiran inflasi dan membatasi ruang pelonggaran BoE.

    Asia

    UE–India finalisasi pakta dagang setelah dua dekade perundingan. India dan Uni Eropa berhasil menuntaskan perjanjian perdagangan bebas yang telah dinegosiasikan hampir 20 tahun, membuka jalan bagi pendalaman hubungan ekonomi dan strategis kedua kawasan. Kesepakatan ini diproyeksikan memperluas akses pasar, meningkatkan aliran perdagangan barang dan jasa, serta memperkuat kerja sama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Pakta ini juga diharapkan memberi dorongan signifikan bagi rantai pasok dan investasi lintas kawasan, terutama sebagai respons terhadap tensi perdagangan antara AS, Tiongkok, dan sejumlah negara besar lain. Secara keseluruhan, pencapaian ini menandai langkah penting bagi percepatan integrasi ekonomi dan penguatan kemitraan strategis UE–India di tahun‑tahun mendatang.

    Yield Jepang dan Australia naik. Yield JGB 10 tahun bergerak naik ke sekitar 2,28% setelah sempat menyentuh posisi terendah sepekan, dipicu ketidakpastian politik menjelang pemilu kilat serta kekhawatiran fiskal akibat agenda belanja ekspansif PM Takaichi. BOJ tetap menahan suku bunga di 0,75% namun menegaskan kesiapan mengetatkan kebijakan lebih lanjut sambil menaikkan proyeksi inflasi. Sementara itu, yield Australia 10 tahun naik ke sekitar 4,83%, tertinggi sejak 2023, seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga RBA bulan depan setelah data ketenagakerjaan yang kuat dan proyeksi inflasi inti kuartalan yang diperkirakan kembali meningkat.