BCA Sekuritas

bonds

Fixed Income Daily Notes 27 Jul 2026

Company

Fixed Income

Published On

27 July 2026 - 08.53am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 27 Jul 2026

View

Latest update: 28-08-2026, 20:13

Americas

Aktivitas sektor jasa AS menguat. S&P Global US Services PMI naik menjadi 53,6 pada Juli 2026, tertinggi sepanjang tahun ini, didukung oleh meningkatnya aktivitas bisnis dan permintaan baru, meskipun tekanan biaya dan inflasi jasa masih meningkat seiring tingginya harga energi. Di sisi lain, penjualan rumah baru AS naik 1,6% MoM pada Juni 2026 setelah dua bulan melemah, menunjukkan permintaan perumahan masih bertahan di tengah penyesuaian harga dan insentif yang diberikan pengembang.

Harga minyak terkoreksi meski risiko geopolitik masih tinggi. Harga minyak turun menuju USD83 per barel setelah AS menghentikan serangan terhadap Iran selama dua hari berturut-turut dan Iran menyatakan telah menghentikan operasi militernya serta membuka pembicaraan terkait Selat Hormuz, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi. Namun demikian, risiko pasokan global masih tetap menjadi perhatian mengingat serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas terkait Saudi Aramco di Laut Merah menunjukkan ketegangan kawasan belum sepenuhnya mereda.

Yield UST bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,67% setelah data aktivitas sektor jasa yang masih kuat dan meningkatnya harga energi akibat konflik Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran inflasi. Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan, namun ekspektasi kenaikan suku bunga pada September masih tetap tinggi seiring ketahanan ekonomi AS dan risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.

Europe

Sentimen ekonomi Eurozone membaik meski risiko inflasi masih menjadi perhatian. Ekspektasi inflasi konsumen Eurozone untuk 12 bulan ke depan turun menjadi 3,0% pada Juni 2026, level terendah sejak Februari, sementara ketidakpastian terkait prospek inflasi juga terus mereda. Di saat yang sama, aktivitas manufaktur Eurozone menguat dengan PMI manufaktur naik ke 52,0 pada Juli 2026, didukung peningkatan output dan membaiknya rantai pasok. Namun, euro tetap bergerak di bawah USD1,14 karena pasar masih memperkirakan potensi kenaikan suku bunga ECB lebih lanjut di tengah tingginya harga energi dan risiko inflasi yang berasal dari ketegangan geopolitik global.

Yield obligasi Eropa bertahan tinggi meski harga minyak mulai terkoreksi. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun berada di sekitar 5,07% dan Bund Jerman tenor 10 tahun di kisaran 3,2% seiring pasar masih mencermati risiko inflasi dari harga energi dan prospek kebijakan moneter. Meskipun data ekonomi menunjukkan perbaikan aktivitas bisnis di Inggris dan Eurozone serta harga minyak mulai melemah, pasar tetap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh BoE dan ECB dalam beberapa bulan mendatang.

Asia

MAS perketat kebijakan moneter di tengah pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat. Monetary Authority of Singapore (MAS) secara tidak terduga memperketat kebijakan moneter dengan sedikit meningkatkan laju apresiasi S$NEER, meskipun inflasi inti Juni melandai menjadi 1,6% YoY. Langkah ini mencerminkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan tekanan inflasi akibat harga energi yang lebih tinggi, di tengah pertumbuhan ekonomi Singapura yang tetap solid dengan ekspansi PDB sebesar 5,7% YoY pada kuartal II-2026.

Yield obligasi Jepang dan Australia naik di tengah meningkatnya tekanan inflasi. Yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,81%, tertinggi dalam dua minggu, didorong oleh percepatan inflasi Jepang, kenaikan harga minyak, dan ekspektasi normalisasi kebijakan Bank of Japan yang berlanjut. Sementara itu, yield obligasi Australia tenor 10 tahun menembus 5,0% setelah data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, di tengah inflasi yang masih berada di atas target dan meningkatnya risiko dari harga energi global.