bonds

    Fixed Income Daily Notes 24 February 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    24 February 2026 - 08.09am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 24 February 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-04-2026, 14:06

    Americas

    Pesanan manufaktur AS turun, tetapi kondisi manufaktur Texas mulai stabil. Pesanan barang manufaktur AS turun 0,7% MoM pada Desember, terutama dipicu merosotnya pesanan durable goods meski pesanan komputer, elektronik, dan logam dasar masih menguat. Sementara itu, survei manufaktur Dallas Fed menunjukkan aktivitas Texas mendekati stabil dengan indeks bisnis umum naik ke 0,2 didukung peningkatan jam kerja, pertumbuhan tenaga kerja, dan lonjakan biaya upah, sementara prospek produksi ke depan tetap optimistis.

    Trump menaikkan tarif global AS ke 15%. Presiden Trump menaikkan tarif sementara menjadi 15% untuk seluruh negara lewat kewenangan Section 122 setelah Mahkamah Agung membatalkan paket tarif sebelumnya, langkah yang membuat sejumlah mitra dagang menghentikan implementasi kesepakatan dagang mereka dengan AS. Kebijakan ini memicu ketidakpastian baru karena perpanjangan tarif dinilai sulit diterima Kongres, sehingga arah kebijakan perdagangan AS ke depan menjadi tanda tanya bagi pasar dan negara mitra.

    UST 10Y turun ke 4.03% karena kekhawatiran AI dan ketidakpastian tarif AS. Yield Treasury AS tenor 10 tahun melemah ke 4,03% setelah kekhawatiran disrupsi AI dan kebingungan arah tarif AS mendorong peralihan ke aset aman, sementara rencana kenaikan tarif global 15% membuat sejumlah mitra dagang menunda implementasi kesepakatan perdagangan. DXY tetap bertahan di sekitar 97,8 didukung pelemahan mata uang G10 lain dan ekspektasi kebijakan neraca The Fed yang lebih ketat. Pergerakan pasar menunjukkan sentimen masih rapuh terhadap risiko kebijakan dan gejolak makro global.

     

    Europe

    Sentimen bisnis Jerman membaik, euro menguat seiring tarif AS. Indeks Ifo naik ke 88,6 pada Februari, tertinggi dalam enam bulan, didorong perbaikan kondisi saat ini dan ekspektasi, terutama di sektor manufaktur, jasa, dan konstruksi meski perdagangan masih lemah. Penguatan euro ke USD1.18 turut dipicu ketidakpastian kebijakan tarif AS menyusul rencana kenaikan tarif sementara menjadi 15%, serta dukungan dari data Ifo yang lebih kuat, sementara pasar menanti rilis inflasi utama Eropa untuk arah kebijakan ECB selanjutnya.

      

    Yield Eropa turun akibat ketidakpastian tarif AS. Yield gilt Inggris 10 tahun merosot di bawah 4,35%, level terendah sejak akhir 2024, setelah rencana kenaikan tarif global AS dari 10% menjadi 15% mendorong aliran dana ke obligasi aman, meski sejumlah data domestik seperti PMI, penjualan ritel, dan surplus fiskal menunjukkan momentum ekonomi yang kuat. Tren serupa terjadi di Italia dan Prancis, dengan yield BTP 10Y turun di bawah 3,35% dan OAT 10Y di bawah 3,3%, seiring Eropa menanti kejelasan langkah tarif AS berikutnya dan menunggu rilis data inflasi utama yang akan membentuk ekspektasi arah kebijakan ECB.

    Asia

    Sentimen konsumen Korea Selatan menguat, sementara PPI tetap meningkat. Indeks Sentimen Konsumen Korea Selatan naik ke 112,1 pada Februari, level tertinggi sejak November, ditopang pandangan yang lebih baik atas kondisi ekonomi saat ini dan prospeknya, meski ekspektasi inflasi stabil di kisaran 2.5%–2,6%. Di sisi harga produsen, PPI naik 1.9% YoY pada Januari, didorong kenaikan biaya jasa dan rebound harga produk pertanian, sementara energi masih terkontraksi, menandakan tekanan harga yang tetap luas namun tidak berlebihan.

    Yield JGB turun di tengah inflasi yang melemah. Yield JGB 10 tahun kembali turun menuju 2,07% setelah inflasi Jepang mereda di Januari, memberi ruang bagi BOJ untuk menunda kenaikan suku bunga, meski lelang JGB 20 tahun menunjukkan lemahnya minat akibat yield rendah. Di Australia, yield ACGB 10 tahun turun ke sekitar 4,72% karena kekhawatiran atas kenaikan tarif global AS menjadi 15%, sementara prospek kebijakan RBA tetap hawkish berkat pasar tenaga kerja yang solid dan pertumbuhan upah yang tinggi. Investor kini menunggu rilis inflasi Australia minggu ini sebagai arah kebijakan selanjutnya.