bonds

Fixed Income Daily Notes 19 May 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

19 May 2026 - 08.41am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 19 May 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 16-06-2026, 23:05

Americas

Kepercayaan pasar perumahan AS membaik meski masih lemah. Indeks kepercayaan pasar perumahan NAHB/Wells Fargo naik ke 37 pada Mei 2026 dari 34 di April dan melampaui ekspektasi, didorong perbaikan pada kondisi penjualan saat ini, ekspektasi ke depan, serta peningkatan minat calon pembeli. Meski demikian, level indeks masih relatif rendah, dengan sebagian pengembang tetap melakukan penyesuaian harga untuk mendorong penjualan di tengah tantangan pasar properti.

Yield UST 10 tahun bertahan tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bergerak di sekitar 4,6% mendekati puncak satu tahun seiring investor mencermati dinamika negosiasi AS–Iran yang masih belum menunjukkan kemajuan berarti, dengan ketegangan geopolitik tetap menjaga harga energi tinggi dan tekanan inflasi global. Kondisi ini mendorong pasar tetap berhati‑hati, dengan ekspektasi The Fed menahan suku bunga hingga akhir tahun meski peluang kenaikan tambahan masih terbuka.

 

Europe

Ekonomi Swiss tumbuh solid, sentimen konsumen Turki membaik terbatas. Ekonomi Swiss mencatat pertumbuhan 0,5% QoQ pada 1Q26—terkuat dalam setahun—didorong kontribusi sektor industri dan jasa meski menghadapi tekanan harga energi dan penguatan franc, sementara di Turki indeks kepercayaan konsumen naik ke 85,8 namun masih berada di bawah level netral, mencerminkan perbaikan ekspektasi ke depan yang belum sepenuhnya mengimbangi lemahnya kondisi keuangan saat ini.

Yield obligasi Eropa turun tipis meski tekanan inflasi masih tinggi. Yield Bund Jerman turun ke sekitar 3,14% dan Gilt Inggris ke bawah 5,1% seiring penurunan harga minyak setelah muncul harapan de‑eskalasi konflik AS–Iran, meskipun pasar tetap mencermati risiko inflasi dan lingkungan suku bunga “higher‑for‑longer” dengan ekspektasi kenaikan lanjutan dari ECB dan Bank of England. Selain itu, volatilitas pasar obligasi masih tinggi setelah lonjakan yield pekan sebelumnya, mencerminkan sensitivitas investor terhadap perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter.

Asia

Retail China melemah tajam, RBA waspadai risiko inflasi energi. Penjualan ritel China hanya tumbuh 0,2% YoY pada April 2026, melambat signifikan dan mencerminkan lemahnya permintaan domestik di tengah dampak konflik Iran, khususnya pada penurunan pembelian barang besar seperti otomotif dan furnitur. Di sisi lain, RBA menyoroti lonjakan harga energi berisiko memperkuat tekanan inflasi ke depan melalui peningkatan biaya produksi dan konsumsi.

Ekonomi Jepang tumbuh lebih kuat didorong konsumsi dan ekspor. PDB Jepang meningkat 0,5% QoQ pada 1Q26, melampaui ekspektasi dan menjadi yang terkuat sejak 3Q24, ditopang perbaikan konsumsi rumah tangga serta kenaikan investasi publik dan kinerja ekspor yang solid. Namun demikian, perlambatan investasi bisnis dan ketidakpastian global—terutama terkait konflik Timur Tengah—berpotensi menahan momentum pertumbuhan pada sisa tahun ini.

Yield JGB naik ke level tertinggi dekade didorong ekspektasi pengetatan. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik mendekati 2,8% atau tertinggi hampir 30 tahun seiring lonjakan harga minyak akibat konflik Iran yang memperkuat tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam waktu dekat, sementara pelemahan yen turut meningkatkan tekanan bagi bank sentral untuk mempercepat normalisasi kebijakan.