bonds

Fixed Income Daily Notes 17 Jun 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

17 June 2026 - 08.38am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 17 Jun 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 19-06-2026, 15:57

Americas

Housing starts AS anjlok, sinyal pelemahan sektor properti akibat suku bunga tinggi. Penurunan tajam housing starts sebesar 15,4% MoM ke level terendah sejak 2020 mencerminkan dampak signifikan dari suku bunga hipotek yang tinggi terhadap aktivitas konstruksi dan permintaan perumahan. Pelemahan ini terutama didorong kontraksi di segmen multi-family, sementara developer mulai lebih berhati‑hati dengan menurunkan harga dan memperlambat pembangunan.

                                                   

Harga minyak turun tajam, ekspektasi pemulihan pasokan dorong sentimen positif. Penurunan harga minyak ke sekitar USD 75,5 mencerminkan optimisme pasar atas pemulihan ekspor dari kawasan Teluk setelah kesepakatan AS–Iran, sehingga membantu meredakan tekanan inflasi global dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter. Di sisi lain, peningkatan produksi dan tambahan suplai global memperkuat outlook pasar energi yang lebih longgar dalam jangka pendek.

Yield UST turun, ekspektasi inflasi mereda dan fokus ke arah kebijakan The Fed. Penurunan yield ke sekitar 4,44% mencerminkan turunnya harga minyak yang membantu meredakan tekanan inflasi serta mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga agresif. Pasar kini cenderung melihat ruang pengetatan yang lebih terbatas, dengan perhatian utama beralih ke FOMC meeting untuk melihat arah kebijakan ke depan di tengah kondisi ekonomi yang masih relatif solid.

 

Europe

Tekanan upah Zona Euro meningkat, sentimen ekonomi mulai membaik. Kenaikan upah sebesar 3,4% YoY pada 1Q26 menunjukkan tekanan biaya tenaga kerja yang semakin kuat dan berpotensi menjaga inflasi tetap sticky, terutama di sektor jasa. Namun, perbaikan signifikan pada indikator ZEW mencerminkan meningkatnya optimisme ke depan seiring meredanya risiko energi, meski kondisi ekonomi saat ini masih lemah, sehingga menggambarkan fase transisi antara tekanan inflasi dan harapan pemulihan pertumbuhan.

Yield Eropa turun, tekanan inflasi mereda seiring turunnya harga energi. Penurunan yield Bund Jerman ke sekitar 2,95% dan Gilt Inggris ke 4,81% mencerminkan meredanya tekanan inflasi setelah harga minyak turun pasca kesepakatan awal AS–Iran. Hal ini membuat ekspektasi pengetatan ECB lebih terbatas—hanya sekitar satu kali kenaikan tambahan—meski otoritas tetap berhati‑hati karena dampak inflasi dari energi diperkirakan masih bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

Asia

RBA tahan suku bunga, BOJ lanjutkan normalisasi di tengah tekanan inflasi. Keputusan RBA mempertahankan suku bunga di 4,35% mencerminkan pendekatan wait‑and‑see setelah pengetatan sebelumnya mulai berdampak ke ekonomi, meski inflasi masih menjadi perhatian utama. Sementara itu, BOJ menaikkan suku bunga ke 1,0% sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang meningkat akibat kenaikan harga energi, menandakan kelanjutan normalisasi kebijakan.

Yield Jepang naik tipis, China turun di tengah tekanan ekonomi domestik. Kenaikan yield Jepang ke sekitar 2,6% mencerminkan respons pasar terhadap langkah BOJ yang menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi dan mendukung yen, meski tekanan dari carry trade dan selisih suku bunga global masih membatasi penguatan mata uang. Sementara itu, yield China turun ke sekitar 1,74% seiring meningkatnya permintaan safe haven akibat data ekonomi yang mixed—dengan pelemahan sektor properti dan konsumsi—menunjukkan tekanan domestik masih menjadi tantangan utama bagi pemulihan ekonomi.