bonds

    Fixed Income Daily Notes 15 January 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    15 January 2026 - 08.03am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 15 January 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 04-03-2026, 10:19

    Americas

    Harga produsen AS naik 0,2% MoM, penjualan ritel melonjak 0,6% di November. Indeks harga produsen AS meningkat 0,2% MoM pada November 2025, didorong lonjakan harga barang 0,9% akibat energi naik 4,6%, sementara harga jasa stagnan dan core PPI tidak berubah. Secara tahunan, inflasi produsen naik ke 3,0% dari 2,8%, melampaui perkiraan. Di sisi lain, penjualan ritel AS tumbuh 0,6% MoM, kenaikan terbesar sejak Juli, setelah revisi penurunan 0,1% di Oktober, didorong rebound penjualan otomotif dan belanja liburan. Kenaikan terbesar terjadi di toko olahraga, bahan bakar, dan pakaian, sementara penjualan furnitur turun tipis.

    Yield Treasury AS turun, indeks dolar mendekati puncak. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun ke 4,15% dari 4,2% seiring ekspektasi dua hingga tiga kali pemangkasan suku bunga Fed tahun ini, didukung data CPI dan PPI November yang sesuai perkiraan dan sinyal disinflasi. Presiden Trump memerintahkan Freddie Mac dan Fannie Mae membeli MBS senilai USD200 miliar, berpotensi meningkatkan permintaan obligasi jangka panjang. Sementara itu, indeks dolar bertahan di sekitar 99,2, mendekati level tertinggi sejak awal Desember, didorong pelemahan yen dan pandangan Fed akan menahan suku bunga. Inflasi inti bulanan hanya 0,2%, di bawah proyeksi, sementara pasar menunggu rilis PPI dan penjualan ritel untuk arah ekonomi.

    Europe

    Harga rumah Inggris stabil di Desember meski masih turun secara nasional. Survei RICS menunjukkan house price balance bertahan di -14% pada Desember, sama seperti November namun membaik dari -19% di Oktober, menandakan penurunan harga yang lebih moderat. London dan South East tetap tertinggal dengan net balance masing-masing -42% dan -32%, sementara Skotlandia dan Irlandia Utara mencatat kenaikan harga. Prospek tiga bulan ke depan membaik dengan net balance naik ke -6% dari -14%, dan 35% responden kini memperkirakan harga akan kembali tumbuh dalam setahun, naik dari 16% di Oktober dan 24% di November.

    Yield gilt Inggris turun ke 4,34% di tengah ekspektasi pelonggaran BOE. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor 10 tahun melemah ke sekitar 4,34%, terendah sejak Desember 2024, didorong inflasi yang mereda dan keyakinan fiskal yang membaik. CPI turun ke 3,2% di November dari 3,6%, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga dari level 3,75%, meski inflasi masih di atas target 2%. Kekhawatiran fiskal mereda setelah pemerintah menambah ruang anggaran dan mengisyaratkan jalur defisit yang lebih berkelanjutan. Selain itu, Debt Management Office mengurangi penerbitan gilt jangka panjang dan beralih ke tenor pendek, menekan tekanan suplai di ujung kurva.

    Asia

    China catat surplus dagang dan penjualan mobil rekor di 2025. China membukukan surplus perdagangan tertinggi sepanjang sejarah senilai USD1,189 triliun pada 2025, didorong ekspor naik 5,5% sementara impor stagnan. Pada Desember, surplus mencapai USD114,1 miliar dengan ekspor melonjak 6,6% YoY dan impor naik 5,7%, berkat pergeseran pengiriman ke pasar non-AS seperti Uni Eropa dan ASEAN menyusul tarif baru Trump. Di sisi lain, penjualan mobil China tumbuh 9,4% YoY menjadi 34,4 juta unit, melampaui target pemerintah, dengan penjualan NEV melonjak 28,2%.

    Yield JGB melonjak, yen tertekan di tengah spekulasi pemilu kilat. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,18%, tertinggi sejak 1999, sementara yield 5 tahun mencetak rekor menjelang lelang JPY2,5 triliun dan kekhawatiran fiskal. Di sisi lain, yen melemah menembus 159 per dolar, mendekati level intervensi, dipicu spekulasi PM Sanae Takaichi akan menggelar pemilu kilat Februari untuk memperkuat mandat dan mendorong kebijakan fiskal ekspansif. Perlambatan manufaktur dan gangguan sektor jasa membatasi ruang kenaikan suku bunga BOJ, sementara Menkeu Katayama dan AS menyatakan kekhawatiran atas depresiasi yen yang “satu arah.”