bonds

    Fixed Income Daily Notes 10 February 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    10 February 2026 - 08.01am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 10 February 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 05-03-2026, 16:46

    Americas

    Ekspektasi inflasi AS turun ke 3,1% dalam survei Januari. Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan di AS turun menjadi 3,1% pada Januari 2026 dari 3,4% pada Desember, level terendah enam bulan. Konsumen memperkirakan perlambatan harga untuk bensin, sewa, layanan medis, dan harga rumah, sementara ekspektasi harga pangan tetap di 5,7%. Ekspektasi inflasi jangka menengah, baik tiga tahun maupun lima tahun ke depan, stabil di 3%. Di sisi lain, ekspektasi pertumbuhan pendapatan naik tipis ke 2,7%, sementara ekspektasi tingkat pengangguran meningkat sedikit menjadi 41,9%, menunjukkan pandangan yang lebih hati‑hati terhadap prospek pasar tenaga kerja.

    UST turun tipis, dolar melemah jelang rilis data ekonomi AS. Yield Treasury AS 10 tahun turun ke 4,21% karena sentimen membaik menjelang rilis laporan tenaga kerja, CPI, dan penjualan ritel yang akan menjadi acuan arah kebijakan The Fed, dengan pasar masih memperkirakan pemangkasan pertama pada Juni. Di sisi lain, dolar melemah ke level 97 setelah kabar bahwa regulator Tiongkok meminta bank‑bank mengurangi kepemilikan Treasury AS, memicu kekhawatiran pengurangan eksposur global terhadap aset dolar. Yen menguat setelah kemenangan besar PM Takaichi meningkatkan spekulasi intervensi FX untuk meredam dampak kebijakan fiskal ekspansif.

     

    Europe

    Sentimen konsumen Swiss membaik meski prospek ekonomi masih lemah. Indeks sentimen konsumen Swiss naik tipis ke -30 pada Januari 2026 dari -31 bulan sebelumnya, level tertinggi sejak awal 2025. Peningkatan terutama didorong perbaikan outlook keuangan rumah tangga dan penilaian kondisi ekonomi serta keuangan pribadi di masa lalu. Prospek pengangguran juga membaik. Namun, optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan justru sedikit melemah, sementara ekspektasi inflasi satu tahun turun dan ekspektasi lima tahun naik tipis, mencerminkan outlook harga masih mixed.

      

    Yield OAT stabil, euro menguat jelang data AS. Yield OAT Prancis 10 tahun bertahan di sekitar 3,45% saat pasar menunggu rilis data tenaga kerja dan inflasi AS, sembari mencerna sinyal kebijakan ECB yang menegaskan inflasi Zona Euro berada di jalur menuju target 2%. Presiden Lagarde menyebut outlook inflasi berada di “posisi yang baik” dan meredam kekhawatiran terkait penguatan euro, meski mengingatkan data bisa volatil dalam beberapa bulan ke depan. Euro menguat di atas USD 1,19 setelah ECB menunjukkan sedikit kekhawatiran atas apresiasi mata uang, sementara pasar juga mencermati kabar pengunduran diri Gubernur Bank of France François Villeroy de Galhau mulai 1 Juni 2026 dan pelemahan dolar jelang rilis data AS serta penguatan yen pasca pemilu Jepang.

    Asia

    Sentimen konsumen Australia melemah ke level terendah 10 bulan. Indeks Sentimen Konsumen Westpac–Melbourne Institute turun 2,6% MoM pada Februari 2026 ke posisi 90,5, penurunan tiga bulan berturut‑turut dan level terendah sejak April 2025. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap inflasi dan pengetatan kebijakan, terutama setelah RBA menaikkan suku bunga 25 bps awal Februari yang menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari dua tahun.

    Yield Jepang naik, China turun di tengah sentimen fiskal dan likuiditas. Yield JGB 10 tahun naik sekitar 5 bps ke 2,27% setelah LDP pimpinan PM Sanae Takaichi meraih supermayoritas dua pertiga, memperkuat ekspektasi kebijakan fiskal longgar dan potensi pemotongan pajak yang dapat menekan yen dan obligasi Jepang. Kemenangan besar ini juga memunculkan ekspektasi agenda konservatif yang lebih tegas. Sementara itu, yield obligasi pemerintah China 10 tahun turun menuju 1,8% setelah PBOC menyuntik 600 miliar yuan likuiditas melalui repo 14 hari dan diperkirakan menambah hingga 3,5 triliun yuan lagi untuk meredam pengetatan musiman jelang Tahun Baru Imlek. Injeksi likuiditas meningkatkan permintaan obligasi dan menekan yield, dengan pasar menantikan rilis inflasi serta potensi pemangkasan RRR dan suku bunga tahun ini.