BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

WGSH BIDIK RP25,23 MILIAR DARI PRIVATE PLACEMENT, INI RENCANA PENGGUNAANNYA

Terbit Pada

14 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 14-07-2026, 02:31:pm

19429810

IQPlus, (14/7) - Emiten teknologi PT Wira Global Solusi Tbk (WGS Ventures atau IDX:WGSH) bersiap melakukan aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada Semester II tahun 2026. Melalui langkah strategis ini, perseroan membidik dana segar hingga Rp25,23 miliar untuk memperkuat modal kerja dan ekspansi usaha.

Dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 13 Juli 2026, Direktur Utama PT Wira Global Solusi Tbk, Hendy Rusli, mengestimasi harga pelaksanaan PMTHMETD akan berada di kisaran Rp121 hingga Rp130 per saham. Batasan harga final nantinya akan mengacu pada regulasi bursa, yakni minimal sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan.

Jika menggunakan asumsi harga pelaksanaan Rp121 per lembar dengan penerbitan saham maksimal sebanyak 208.500.000 saham, perseroan akan menghimpun dana sebesar Rp25,23 miliar yang seluruhnya disetor secara tunai oleh investor. Manajemen menegaskan bahwa masuknya pemodal baru ini tidak akan mengubah struktur pengendali perseroan, di mana Pemegang Saham Pengendali (PSP) akan tetap sama seperti sebelum aksi korporasi dilakukan.

Terkait identitas pemodal, WGS Ventures menyatakan saat ini masih dalam proses penjajakan, pendekatan, serta negosiasi intensif dengan beberapa calon investor potensial. Manajemen juga mengonfirmasi bahwa seluruh calon mitra strategis yang sedang didekati tersebut merupakan pihak luar yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.

Seluruh dana bersih hasil private placement tersebut telah dijadwalkan untuk dua kebutuhan utama, di mana porsi terbesar senilai Rp20 miliar dialokasikan pada Semester II-2026 untuk pembelian bahan baku berupa sampah botol plastik cacah (flakes). Bahan baku tersebut nantinya akan diproduksi menjadi pellet rPET dan botol baru kategori food grade untuk kemudian dijual kembali guna meningkatkan volume penjualan.

Sementara itu, sisa dana sebesar Rp5,23 miliar akan dialokasikan pada Semester I-2027 sebagai biaya operasional pembangunan platform pemulung sampah berbasis aplikasi. Komponen biaya ini mencakup pengembangan sistem aplikasi, pembayaran gaji karyawan, serta biaya operasional pendukung lainnya demi mendorong digitalisasi ekosistem daur ulang.

Aksi korporasi ini secara proforma keuangan per September 2025 diproyeksikan meningkatkan aset perseroan sebesar 5,51% menjadi Rp79,89 miliar dan mengerek ekuitas naik 6,39% menjadi Rp69,38 miliar. Di sisi lain, persentase kepemilikan saham publik (free float) akan mengalami dilusi dari 19,75% menjadi 17,95%, namun jumlah tersebut dipastikan masih aman dan memenuhi batas minimal ketentuan bursa.(end)