WASKITA BETON PRECAST RUGI Rp410,77 MILIAR HINGGA SEPTEMBER 2026
Share via
Terbit Pada
15 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 23-06-2026, 05:43:pm
28727024
IQPlus, (15/10) - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatat rugi bersih sebesar Rp410,77 miliar hingga 30 September 2026, meningkat dibandingkan rugi bersih Rp324,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,077 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, turun 7,75% dibandingkan Rp1,168 triliun pada periode yang sama 2025.
Beban pokok pendapatan turun menjadi Rp947,76 miliar dari Rp966,67 miliar. Namun, laba kotor perseroan merosot menjadi Rp129,83 miliar dari sebelumnya Rp201,49 miliar.
Beban usaha tercatat sebesar Rp306,82 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp309,76 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, perseroan membukukan rugi sebelum beban keuangan dan pajak sebesar Rp176,99 miliar, lebih besar dibandingkan rugi Rp108,27 miliar pada periode yang sama 2025.
Beban keuangan meningkat menjadi Rp234,23 miliar dari Rp215,95 miliar. Kondisi tersebut membuat rugi sebelum pajak mencapai Rp410,77 miliar, dibandingkan Rp324,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi per saham dasar juga meningkat menjadi Rp8,12 dari Rp6,63.
Dari sisi neraca, total aset WSBP per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp2,878 triliun, turun dari Rp3,055 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp5,247 triliun dari Rp5,022 triliun.
Perseroan juga mencatat defisiensi ekuitas sebesar Rp2,368 triliun per akhir September 2026, memburuk dibandingkan Rp1,967 triliun pada akhir Desember 2025. Saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp10,400 triliun.
Pada sisi arus kas, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp33,68 miliar, membaik dibandingkan Rp161,75 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, kas dan setara kas pada akhir September 2026 tercatat sebesar Rp28,15 miliar, turun dari Rp61,56 miliar pada akhir 2025. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
