BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

VALE INDONESIA BUKUKAN PENINGKATAN PENJUALAN BIJIH NIKEL DI DUA BLOK

Terbit Pada

30 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 22-06-2026, 09:22:am

21047571

IQPlus, (30/7)- Perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel PT Vale Indonesia berhasil membukukan peningkatan penjualan bijih nikel yang signifikan pada Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa yang masing-masing terletak di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

"Pada triwulan kedua 2026 Blok Bahodopi membukukan penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,07 juta Wet Metric Ton (WMT)," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto di Kota Palu, Kamis.

Angka tersebut meningkat dari 886 ribu WMT pada triwulan sebelumnya sehingga total volume penjualan pada semester pertama mencapai 1,96 juta WMT. Sementara, untuk Blok Pomalaa penjualan bijih nikel mencapai 495.601 WMT sehingga volume penjualan kumulatif sepanjang semester pertama 2026 mencapai 584.584 WMT.

Ia mengatakan kinerja kedua proyek pertumbuhan tersebut menunjukkan keberhasilan peningkatan kapasitas operasi, serta memperkuat strategi pertambangan nikel untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan membangun fondasi operasional yang lebih kokoh.

Secara umum, pada triwulan kedua PT Vale memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam bentuk matte atau meningkat sekitar 19 persen dibandingkan triwulan satu tahun yang sama yakni 13.620 ton.

Dengan demikian, total produksi nikel matte pada semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton. Peningkatan ini mencerminkan kinerja operasional yang lebih kuat setelah selesainya proyek pembangunan kembali tanur listrik tiga pada Juni 2026 dengan tetap mempertahankan fokus yang tinggi pada keselamatan kerja dan keandalan operasional.

"Perseroan berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan fundamental pasar nikel yang kondusif," ujar dia.

Sejalan dengan itu, perusahaan pertambangan mineral tersebut juga membukukan kinerja keuangan yang solid pada triwulan kedua 2026 seiring peningkatan produksi, penguatan harga nikel, serta pelaksanaan operasional yang disiplin. Produksi nikel matte meningkat 19 persen secara triwulanan (QoQ) menjadi 16.153 ton. Sementara, volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton.

Di sisi lain pada triwulan kedua 2026 konsumsi energi juga meningkat terutama sejalan dengan kenaikan produksi nikel dalam matte dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan konsumsi high sulphur fuel oil selama periode tersebut sebagian besar diimbangi peningkatan volume penggunaan batu bara untuk mendukung kebutuhan operasional. (end/ant)