BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    UNTR SIAP ALOKASIKAN 40% LABA BERSIH 2025 UNTUK DIVIDEN

    Terbit Pada

    16 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 04:20:pm

    10552758

    IQPlus, (16/4) - PT United Tractors Tbk (UNTR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp5,92 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

    Adapun total dividen yang dibagikan setara Rp1.663 per saham, dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 40 persen dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp14,810 triliun.

    Corporate Secretary UNTR Ari Setiyawan menjelaskan, jumlah tersebut telah mencakup dividen interim sebesar Rp567 per saham atau senilai Rp2,06 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp1.096 per saham.

    "Sementara sisanya yakni sebesar Rp1.096 setiap saham akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 28 April 2026 pukul 16.00 WIB dan akan dibayarkan pada 18 Mei 2026," ujar Ari dalam paparan publiknya.

    Perseroan menambahkan, jumlah final dividen masih berpotensi berubah seiring pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback) yang tengah berlangsung. Dividen hanya akan diberikan kepada saham yang tercatat dan berhak pada recording date.

    Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga menetapkan perubahan susunan manajemen perseroan. Rapat menerima pengunduran diri Frans Kesuma dari jabatan Presiden Direktur dan mengangkat Iwan Hadiantoro sebagai Presiden Direktur yang baru. Frans Kesuma selanjutnya ditunjuk sebagai Presiden Komisaris menggantikan Djony Bunarto Tjondro yang juga mengundurkan diri dari jabatannya.

    Adapun susunan Direksi terbaru UNTR untuk masa jabatan hingga 2027 terdiri atas Iwan Hadiantoro sebagai Presiden Direktur, serta Idot Supriadi, Widjaja Kartika, Vilihati Surya, dan Ari Sutrisno sebagai Direktur. (end)