TELKOM RESMI SPIN-OFF USAHA FIBER CONNECTIVITY TAHAP 2 KE TIF
Share via
Terbit Pada
10 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 10-08-2026, 09:10:am
22129010
IQPlus, (10/8) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) secara resmi mengumumkan rencana pemisahan tidak murni (spin-off) Segmen Usaha Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,858 triliun kepada anak perusahaannya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF).
Langkah strategis ini dipublikasikan secara resmi melalui Keterbukaan Informasi pada 7 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya perseroan dalam mengoptimalkan aset infrastruktur dan memperkuat fondasi bisnis digital nasional.
Berdasarkan dokumen Rancangan Pemisahan, pengalihan aktiva dan pasiva terkait segmen usaha tersebut dilakukan tanpa pembayaran tunai (non-cash basis). Sebagai kompensasinya, TIF akan menerbitkan 498.580.000 lembar saham baru dengan nilai konversi Rp100.000 per saham yang disetor penuh oleh Telkom. Peningkatan modal ini secara praktis menambah porsi kepemilikan saham Telkom di TIF menjadi 99,9999999 persen.
Nilai transaksi sebesar Rp49,858 triliun tersebut ditetapkan berdasarkan Laporan Penilai Independen KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan (KJPP NDR) per 2 Juni 2026, yang mencakup sekitar 33 persen dari total ekuitas Telkom berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025.
Walaupun transaksi ini tergolong Transaksi Material dan Afiliasi sesuai POJK 17/2020, Telkom tidak diwajibkan menggunakan penilai independen tambahan maupun persetujuan pemegang saham publik karena kepemilikan saham di TIF melebihi 99 persen. Meski demikian, Telkom tetap menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Manajemen Telkom menjelaskan bahwa pemisahan tahap kedua ini merupakan bagian krusial dari roadmap transformasi perseroan dari operational holding menjadi strategic holding. Langkah ini mengacu pada tren global operator telekomunikasi dunia seperti Telstra (Australia), Telecom Italia, dan CETIN (Republik Ceko) yang terbukti sukses meningkatkan efisiensi operasional dan valuasi aset melalui pembentukan entitas infrastruktur terpisah.
Melalui pemisahan ini, TIF diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan pendapatan baru dari monetisasi wholesale eksternal sekaligus penyedia layanan konektivitas jaringan serat optik bagi Telkom Group. Integrasi pengelolaan aset padat modal ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi fixed broadband serta mempercepat akselerasi pemerataan digitalisasi di seluruh pelosok Indonesia.
Terkait dengan kewajiban kepada pihak ketiga, Telkom memberikan kesempatan bagi para kreditur untuk menyampaikan keberatan secara tertulis paling lambat pada 21 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB.
Sementara itu, seluruh pengalihan perikatan dengan pelanggan dan mitra kerja, serta pengaturan pergerakan karyawan dari Telkom ke TIF akan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan dengan tetap menjamin hak-hak pekerja.
Secara konsolidasian, pengalihan aset dan liabilitas ini tidak mengganggu ikhtisar data keuangan maupun rasio utama Telkom Group per 31 Desember 2025. Restrukturisasi ini diyakini akan meningkatkan efisiensi biaya, kepastian tata kelola, dan transparansi kinerja TIF, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap nilai pemegang saham serta penerimaan negara melalui dividen dan pajak. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
