AMMN CATAT PENINGKATAN PRODUKSI TEMBAGA DAN EMAS DI SEMESTER I 2026
Share via
Terbit Pada
21 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 21-09-2026, 01:10:pm
26346879
IQPlus, (21/9) - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat peningkatan kinerja operasional dan keuangan pada semester I 2026. Produksi konsentrat tembaga naik 81% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 347.307 metrik ton kering. Sementara itu, produksi tembaga meningkat 136% menjadi 211 juta pon dan produksi emas melonjak 481% menjadi 346.354 ons.
Direktur Utama AMMAN Arief Sidarto mengatakan, peningkatan produksi tersebut didukung oleh kenaikan penambangan bijih segar serta kadar bijih yang lebih tinggi. Menurutnya, semester I 2026 menjadi periode dengan kemajuan signifikan bagi kegiatan operasi AMMAN yang terintegrasi dari pertambangan hingga pemurnian.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, AMMAN juga terus meningkatkan kapasitas produksi smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) sekaligus menstabilkan operasional. Berdasarkan izin ekspor konsentrat yang berlaku hingga April 2026, perseroan mengekspor 120.079 dmt konsentrat tembaga yang mengandung sekitar 72 juta pon tembaga dan 120.667 ons emas.
Di sisi hilir, produksi katoda tembaga mencapai 48.756 ton atau sekitar 107 juta pon. Sementara itu, produksi emas murni tercatat sebanyak 122.131 ons. AMMAN menyebut kinerja smelter terus meningkat dan mencatat rekor baru pada Juli dan Agustus 2026, ketika tingkat input mencapai kapasitas desain.
Pada Juli 2026, AMMAN memperoleh Smelter Project Acceptance Certificate dan secara resmi menyelesaikan proyek smelter bersama kontraktornya. Perseroan juga memulai proses komisioning ekspansi pabrik konsentrator, dengan bijih pertama berhasil masuk ke pabrik pada pertengahan Agustus 2026.
Dari sisi keuangan, penjualan bersih AMMAN pada semester I 2026 mencapai US$2,052 miliar, yang berasal dari penjualan produk logam murni dan konsentrat tembaga. Kinerja penjualan tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas perseroan.
Direktur Keuangan AMMAN Anthony Mathias mengatakan EBITDA perseroan meningkat menjadi US$1,128 miliar dengan margin 55%, dibandingkan US$86 juta pada semester I 2025. Laba bersih juga berbalik menjadi US$504 juta dengan margin 25%, dari sebelumnya mencatat rugi bersih US$146 juta pada periode yang sama tahun lalu. Arus kas yang kuat turut mendukung penurunan utang bersih sebesar 13% menjadi US$5 miliar per 30 Juni 2026, termasuk melalui pelunasan utang lebih awal selama periode tersebut.
Ke depan, AMMAN menyatakan fokus pada pencapaian operasi yang stabil, andal, dan berkelanjutan di seluruh rantai nilai, mulai dari pertambangan, peleburan hingga pemurnian. Perseroan menyebut perkembangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari 2026, telah menyebabkan kenaikan biaya energi. Meski demikian, manajemen menyatakan tetap melihat prospek jangka panjang tembaga dan emas serta peluang pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
