BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TEKANAN TERHADAP YEN MEREDA USAI INTERVENSI

Kategori

Komoditi

Terbit Pada

05 August 2026

21631921

IQPlus, (5/8) - Pasar mata uang sempat jeda sejenak pada hari Rabu karena tekanan terhadap yen Jepang mereda menyusul serangkaian intervensi baru-baru ini dan pernyataan dukungan kuat dari AS, sementara dolar bertahan di dekat level terendah enam minggu di tengah optimisme baru terkait situasi Timur Tengah.

Nilai tukar yen sedikit menguat ke posisi 157,60 per dolar AS, setelah sempat melemah sekitar 0,4% dari level tertinggi hari Senin di angka 155,20 pada sesi sebelumnya. Posisi ini masih jauh di atas level terendah dalam 40 tahun terakhir yang sempat menyentuh kisaran 164 per dolar.

AS akan melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk mendukung upaya Jepang menstabilkan yen, ujar Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Selasa, menyusul intervensi gabungan Washington dan Tokyo pekan lalu untuk membeli yen Jepang yang memukul posisi para pedagang yang bertaruh pada pelemahan mata uang tersebut (*bearish traders*).

Ia juga mengatakan kepada lembaga penyiaran publik NHK bahwa ia yakin Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, akan "melakukan yang terbaik" bagi perekonomian negara tersebut. Komentar ini menyusul serangkaian pernyataan Bessent yang menyerukan kenaikan suku bunga Jepang, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa BOJ dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 17 dan 18 September.

"Dengan keterlibatan AS yang menambah kredibilitas pada intervensi tersebut, serta adanya peringatan bahwa tindakan terkoordinasi lebih lanjut masih mungkin dilakukan, langkah ini telah memberikan alat yang efektif bagi otoritas untuk mengulur waktu sembari menunggu faktor-faktor fundamental bergerak ke arah yang lebih positif," tulis Tony Sycamore, analis pasar di IG, dalam sebuah catatan.

Indeks dolar AS (.DXY) yang melacak pergerakan mata uang tersebut terhadap enam mata uang utama lainnya tidak banyak berubah di level 99,85, dan tampak kesulitan menentukan arah setelah menyentuh level terendah enam minggu pada hari Senin.

Euro bertahan stabil di angka $1,1533 dan mata uang Inggris (sterling) diperdagangkan datar di level $1,3458.

Dolar Selandia Baru (kiwi) turun sekitar 0,3% ke level $0,5878 setelah tingkat pengangguran Selandia Baru naik ke angka tertinggi dalam satu dekade sebesar 5,6% pada kuartal kedua. Nilai tukar dolar Australia (Aussie) stabil di level $0,7053. (end/Reuters)