BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TBS ENERGI UTAMA BUKUKAN LABA KOTOR DUA KALI LIPAT PADA SEMESTER I 2026

Terbit Pada

31 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 28-08-2026, 09:20:am

24228575

IQPlus, (31/8) - PT TBS Energi Utama (TOBA) hari ini mengumumkan kinerja keuangan semester I (H1) 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa transformasi portofolio menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan kini tercermin dalam bauran pendapatan, margin, dan kemampuan Perseroan menghasilkan kas.

Bukti paling jelas ada pada struktur pendapatan Perseroan. Bisnis non-batu bara, dipimpin pengelolaan limbah dan diikuti ekosistem kendaraan listrik, menghasilkan 66,5% dari pendapatan konsolidasi sepanjang periode ini, lebih dari dua kali lipat kontribusi bisnis batu bara sebesar 31,4%. Setahun lalu, portofolio Perseroan masih didominasi batu bara. Pergeseran ini sudah terlihat pada kuartal pertama dan kontribusi sektor non-batu bara bertambah pada kuartal kedua, menandakan perubahan yang bersifat struktural, bukan sekadar musiman.

Juli Oktarina, Direktur dan Chief Financial Officer TBS, mengatakan: "Tahun lalu batu bara masih jadi penyumbang utama pendapatan kami. Hari ini bisnis non-batu bara kami dua kali lipat lebih besar, dan bisnis inilah yang menghasilkan kas. Inilah transisi yang kami janjikan, dan kuartal kedua menunjukkan kami berada di jalur yang benar untuk bertransformasi menjadi bisnis infrastruktur berkelanjutan."

Dari sisi neraca, Perseroan memasuki semester II 2026 dengan posisi kas US$94,7 juta per 30 Juni 2026. Utang bank jangka pendek turun 30,9% YoY dan total liabilitas jangka pendek turun 13,5% YoY. Refinancing obligasi Rupiah 2026 melalui PUB II dan PUB III memindahkan US$27,5 juta dari jatuh tempo jangka pendek, sehingga memperpanjang profil jatuh tempo utang Perseroan. Tingkat leverage juga membaik, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 5,4x dibanding 5,6x pada keseluruhan tahun 2025. Langkah-langkah ini memperkuat kapasitas Perseroan untuk mendanai program transisinya.

Juli menambahkan: "Kami punya likuiditas untuk mendanai rencana pertumbuhan dan tetap berada di jalur target netralitas karbon 2030. Bisnis-bisnis baru kami sudah menghasilkan kas, utang jangka pendek kami turun signifikan, dan neraca kami memberi ruang untuk terus berinvestasi. Fondasinya sudah ada, dan kami akan terus membangun di atasnya."

Sorotan Utama (Perbandingan antara semester 1-2026 dan semester 1-2025) TBS Group

- Arus kas operasi bergerak dari negatif US$31,6 juta menjadi positif US$14,6 juta.

- Pendapatan konsolidasi relatif stabil di US$173,0 juta, meski Perseroan sepenuhnya keluar dari bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara dan memangkas perdagangan batu bara sekitar dua pertiga sepanjang tahun.

- Laba kotor konsolidasi naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$28,2 juta dari US$13,9 juta, didorong penurunan beban pokok pendapatan sebesar US$13,5 juta, sehingga margin kotor naik dari 8,1% menjadi 16,3% YoY.

- EBITDA konsolidasi naik 23,7% sementara total aset turun 3,6% YoY, menunjukkan Perseroan menghasilkan laba lebih besar dari basis aset yang lebih kecil.

- Rugi Perseroan menyusut signifikan seiring tidak berulangnya kerugian divestasi 2025. Meski masih mencatat rugi, kerugian tersebut berasal dari langkah-langkah yang diperlukan untuk transisi bisnis:

- Rugi non-kas berasal dari depresiasi dan amortisasi terkait akuisisi Cora Environment

- Rugi berbasis kas berasal dari biaya pendanaan aksi merger dan akuisisi untuk transisi bisnis menuju infrastruktur berkelanjutan serta pengembangan bisnis kendaraan listrik

Segmen Pengelolaan Limbah

- Pengelolaan limbah tetap menjadi mesin utama laba Perseroan, menyumbang 61,2% dari pendapatan konsolidasi dan 92% dari EBITDA konsolidasi, dengan pendapatan segmen sebesar US$105,9 juta. Bisnis ini terus memberikan pendapatan berulang yang stabil, sejalan dengan tesis investasi Perseroan saat masuk ke sektor ini.

- Pendapatan segmen tumbuh 77,8% secara tahunan menjadi US$105,9 juta dari US$59,6 juta.

- Laba kotor naik 91,9% secara tahunan menjadi US$17,6 juta dari US$9,2 juta, sehingga margin segmen naik menjadi 16,6% dari 15,4%.

- EBITDA segmen naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$23,6 juta dibanding periode yang sama tahun lalu.

- Sorotan operasional segmen ini:

Cora Environment (Singapura): 752.000 ton limbah dikelola dengan tingkat ketersediaan pabrik 86%

Asia Medical Enviro Services (Singapura): 2.100 ton limbah dikelola dengan tingkat ketersediaan pabrik 90%

ARAH Environmental (Indonesia): 5.800 ton limbah dikelola dengan tingkat ketersediaan pabrik 84%

Segmen Batu Bara

- Disiplin biaya yang terus dijalankan Perseroan mendorong kenaikan margin kotor pertambangan sepanjang tahun, didukung perbaikan kinerja biaya produksi setelah disetujuinya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Perseroan.

- Batu bara tetap menjadi kontributor yang berarti dan bagian portofolio yang dikelola secara disiplin selama masa transisi.

- Pendapatan segmen turun 4,1% secara tahunan menjadi US$34,9 juta dari US$36,3 juta

- Laba kotor naik menjadi US$9,3 juta dari US$1,3 juta, sehingga margin segmen naik menjadi 26,6% dari 3,5%, didorong penurunan biaya produksi.

- EBITDA segmen membaik menjadi US$1,3 juta dari rugi US$11,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. (end)