BCA Sekuritas
langen
Daily News

SSIA TARGETKAN PERTUMBUHAN DARI MARKETING SALES DAN SEGMEN HOSPITALITY

Published On

07 September 2026

Related Stocks

Latest update: 31-08-2026, 04:20:pm

24950766

IQPlus, (7/9) - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan sekitar 60% YoY pada tahun 2026, didukung oleh penjualan dan pengakuan pendapatan lahan yang tetap kuat di Subang Smartpolitan, serta kinerja segmen perhotelan yang terus menunjukkan tren positif.

Optimisme tersebut disampaikan dalam Public Expose secara Live yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-49 Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam kesempatan tersebut, Perseroan memaparkan perkembangan kinerja, strategi bisnis, serta prospek pertumbuhan hingga akhir 2026.

Manajemen Perseroan yang hadir dalam Public Expose tersebut terdiri atas Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Johannes Suriadjaja; Wakil Presiden Direktur, The Jok Tung, dan Direktur, Wilson Effendy. Ketiganya menyampaikan perkembangan positif di sejumlah lini bisnis SSIA, sekaligus menegaskan komitmen Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja, mengatakan bahwa minat investor terhadap kawasan industri Subang Smartpolitan terus menunjukkan perkembangan positif, meskipun kondisi ekonomi dan geopolitik global masih menghadirkan berbagai tantangan.

"Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, kami bersyukur SSIA masih mendapatkan kepercayaan dari investor global sebagai salah satu tujuan investasi mereka. Kami terus mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan agar Subang Smartpolitan tidak hanya menjadi rumah bagi industri manufaktur, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat industri bernilai tambah tinggi, pusat inovasi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia," ungkap Johannes.

Dari segmen perhotelan, SSIA juga mencatat perkembangan positif. Paradisus by Melia Bali, yang kini telah beroperasi penuh setelah kembali dibuka semenjak Febuari 2026. Seiring dengan meningkatnya kinerja operasional, Perseroan menargetkan kontribusi segmen all inclusive dapat mencapai sekitar 50% dari total inventori kamar yang tersedia hingga akhir 2026.

Sementara itu, UMANA Bali, LXR Hotels & Resorts juga menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, baik dari sisi tingkat hunian maupun rata-rata tarif kamar. Perkembangan tersebut mencerminkan pemulihan yang semakin kuat pada bisnis perhotelan SSIA dan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasian Perseroan.

Pada segmen konstruksi, melalui anak usaha PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), Perseroan tetap optimistis dapat mencapai target pendapatan dan kontrak baru tahun 2026. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan tingginya harga material utama, NRCA terus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi operasional. Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan strategi pengadaan material yang lebih terencana dan optimal guna menjaga margin serta profitabilitas proyek.

Optimisme Perseroan didukung oleh capaian kinerja keuangan yang sangat kuat pada Semester I 2026. SSIA membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3.353 miliar, meningkat 58,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pengakuan penjualan yang signifikan pada segmen properti.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat menjadi Rp1.086 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA naik signifikan menjadi 20,7%. Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar pada Semester I 2026.

Kinerja tersebut mencerminkan efektivitas strategi SSIA dalam mengoptimalkan potensi pertumbuhan dari seluruh lini bisnis. Segmen properti tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan Perseroan, didukung oleh kinerja konstruksi yang solid serta pemulihan berkelanjutan pada segmen perhotelan.

Pemulihan segmen perhotelan juga tercermin dari keberhasilan Perseroan membukukan EBITDA positif pada Semester I 2026, setelah sebelumnya mencatatkan EBITDA negatif pada periode yang sama tahun 2025. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting bahwa strategi Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional dan mengoptimalkan portofolio perhotelan mulai memberikan hasil positif.

"Dengan dukungan pertumbuhan Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi yang tetap solid, SSIA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan untuk 2026," tutup Johannes. (end)