SSIA CATATKAN PENDAPATAN Rp3,35 TRILIUN PADA SEMESTER I 2026
Share via
Terbit Pada
05 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 16-07-2026, 04:20:pm
21637262
IQPlus, (5/8) - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan kinerja yang kuat pada semester I 2026 dengan mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,3535 triliun, meningkat 58,4% dibandingkan Rp2,1172 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kuatnya pengakuan penjualan (accounting sales recognition) pada segmen kawasan industri.
Siaran pers Rabu menyebutkan, segmen properti menjadi kontributor utama pertumbuhan dengan membukukan pendapatan Rp1,2670 triliun, melonjak 274,1% dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp338,7 miliar. Sementara itu, segmen konstruksi mencatat pendapatan yang relatif stabil sebesar Rp1,7002 triliun dibandingkan Rp1,7005 triliun pada periode yang sama tahun lalu, sedangkan segmen perhotelan membukukan pendapatan Rp471,1 miliar, meningkat 113,3% dari Rp220,9 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto Perseroan melonjak 145,9% menjadi Rp1,0862 triliun dari Rp441,8 miliar pada semester I 2025. Sementara itu, EBITDA meningkat tajam 553,2% menjadi Rp692,5 miliar dibandingkan Rp106,0 miliar, dengan margin EBITDA naik menjadi 20,7% dari 5,0% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
SSIA juga berhasil membalikkan kinerja menjadi laba dengan membukukan laba bersih sebesar Rp262,6 miliar, dibandingkan rugi bersih Rp32,3 miliar pada semester I 2025. Adapun laba komprehensif tercatat Rp243,0 miliar, berbalik dari rugi komprehensif Rp35,16 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, hingga akhir semester I 2026 Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1,0930 triliun, turun 4,2% dibandingkan posisi kuartal I 2026 sebesar Rp1,1409 triliun. Total aset meningkat menjadi Rp13,0268 triliun dari Rp12,8965 triliun, sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp4,5444 triliun dari Rp4,6390 triliun. Ekuitas meningkat menjadi Rp5,7844 triliun dibandingkan Rp5,6342 triliun pada akhir kuartal I 2026, sementara utang berbunga turun 3,5% menjadi Rp2,2691 triliun dari Rp2,3506 triliun.
Manajemen menyatakan peningkatan kinerja terutama ditopang oleh segmen properti yang memperoleh pengakuan penjualan akuntansi dari proyek Subang Smartpolitan dan Suryacipta City of Industry Karawang, disertai perbaikan kinerja segmen perhotelan melalui implementasi konsep all-inclusive di Paradisus by Melia Bali serta peningkatan tarif kamar rata-rata (Average Room Rate/ARR). (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
