BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SMF CATAT AKUMULASI PENYALURAN PEMBIAYAAN Rp141,61 TRILIUN

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

22 July 2026

20246607

IQPlus, (22/7) - Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF Ananta Wiyogo melaporkan akumulasi penyaluran pembiayaan perseroan sejak 2005 hingga Juni 2026 mencapai Rp141,61 triliun.

"Kita sudah menyediakan selama kita berdiri kurang lebih untuk refinancing itu ada Rp141 triliun," ungkapnya dalam agenda Konferensi Pers Kinerja Semester 1 2026 PT SMF (Persero) di Jakarta, Rabu.

Untuk sepanjang semester I 2026, penyaluran pembiayaan perseroan mencapai Rp14,09 triliun yang disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit pemilikan rumah kepada masyarakat.

Selain melalui penyaluran pembiayaan, SMF disebut menjalankan fungsi sebagai liquidity provider (penyedia likuiditas) melalui sekuritisasi aset kredit perumahan.

Hingga Juni 2026, perseroan telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi dengan nilai akumulasi mencapai Rp14,21 triliun. Sekuritisasi memungkinkan lembaga keuangan melakukan recycle atas aset kredit perumahan menjadi sumber likuiditas baru, sehingga kapasitas penyaluran pembiayaan dapat ditingkatkan.

Dalam menjalankan fungsi sebagai alat fiskal pemerintah, SMF turut berperan menyediakan dana pendamping sebesar 25 persen dalam program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Pendanaan tersebut berasal dari skema blended finance antara Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dana hasil penerbitan surat utang SMF.

Hingga Juni 2026, akumulasi PMN yang diterima SMF untuk mendukung program KPR FLPP mencapai Rp17,91 triliun, yang dioptimalkan melalui pendanaan dari SMF sehingga menghasilkan total penyaluran sebesar Rp36,77 triliun untuk mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah. Seluruh PMN yang diterima SMF telah disalurkan sampai dengan Juni 2026.

Adapun sektor perumahan dinilai memberikan dampak yang luas terhadap perekonomian. Berdasarkan kajian SMF, setiap investasi sebesar Rp1 triliun pada sektor perumahan diperkirakan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Rp1,83 triliun dan menciptakan efek berganda terhadap sedikitnya 185 sektor ekonomi lainnya.

Penguatan peran SMF turut ditopang oleh kondisi keuangan perseroan, dengan total aset perseroan hingga Juni 2026 mencapai Rp68,29 triliun, meningkat 21,79 persen dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp56,07 triliun. Begitu pula dengan liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp40,35 triliun, meningkat 14,23 persen dibandingkan Juni 2025, dan juga ekuitas tumbuh 34,65 persen dibandingkan Juni 2025 menjadi Rp27,95 triliun.

Lebih lanjut, SMF membukukan pendapatan sepanjang semester I-2026 sebesar Rp1,7 triliun, meningkat 6,25 persen persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun.

Dengan pertumbuhan pendapatan yang disertai pengendalian beban, laba bersih perseroan meningkat 33,9 persen dibandingkan Juni 2025 menjadi Rp391 miliar pada Juni 2026. Kualitas aset juga tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan net sebesar 0,00 persen.

Untuk return on equity, SMF membukukan sebesar 3,18 persen, debt-to-equity ratio 1,75 kali, serta profit margin sebesar 22,89 persen.

Sepanjang semester II 2026, pihaknya menyiapkan tiga strategi untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari memberikan dukungan dalam penyediaan likuiditas porsi 25 persen KPR FLPP, lalu mendorong skema pendanaan kreatif yang sesuai kebutuhan lembaga penyalur kredit perumahan, serta mengembangkan pendalaman pasar sekuritisasi aset di Indonesia melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan originator dan investor.

"Sekuritisasinya yang sedang kita godok ada dua, yang jual putus (true sale) dan tidak jual putus (non-true sale)," ucap Ananta Wiyogo. (end)