SINERGI SBMA DAN APINDO PERLUAS LITERASI KEUANGAN
Share via
Terbit Pada
13 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 21-09-2026, 01:11:pm
28528055
IQPlus, (13/10) - Kolaborasi antara dunia usaha dan ekosistem pasar modal dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam memperkuat daya saing serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP APINDO Kalimantan Timur di Balikpapan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari Business Showcase tersebut, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) turut berpartisipasi melalui Galeri Investasi SBMA dengan menghadirkan talkshow bertema "Mengenal Pasar Modal: Peluang Investasi & Pendanaan melalui IPO".
Partisipasi ini menegaskan komitmen SBMA dalam mendukung peran Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memperkuat ekosistem dunia usaha, sekaligus memperluas pemahaman alternatif pendanaan serta peluang investasi.
APINDO sendiri memegang peran strategis sebagai wadah komunikasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah. Upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, mendukung keberlangsungan bisnis, dan memberikan kepastian berusaha merupakan fondasi penting dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah. Bagi SBMA, asosiasi dunia usaha adalah bagian krusial dari ekosistem bisnis yang sehat guna mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan peluang pengembangan.
Sesi talkshow yang diselenggarakan merupakan hasil sinergi antara Galeri Investasi SBMA, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltimtara, dan Phintraco Sekuritas. Melalui kolaborasi ini, para peserta mendapatkan wawasan komprehensif, mulai dari pemahaman fungsi pasar modal hingga mekanisme penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering / IPO) bagi perusahaan yang telah memenuhi persyaratan.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memberikan pengenalan praktis mengenai investasi saham serta tutorial pembukaan akun investasi dengan tetap memperhatikan manajemen risiko yang terukur.
Sebagai perusahaan terbuka, SBMA menyadari bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada strategi internal, melainkan juga pada kualitas ekosistem usaha dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Ke depan, SBMA berkomitmen untuk terus mengembangkan program Galeri Investasi serta inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) guna memperkuat literasi keuangan serta inklusi ekosistem bisnis di Kalimantan Timur. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
