SIG BIDIK PENGUATAN PASAR DI JAWA BARAT LEWAT SEMEN KUJANG
Share via
Terbit Pada
06 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 28-07-2026, 09:20:am
21726124
IQPlus, (6/8) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat upaya dominasi pasar di Jawa Barat dengan menghadirkan kembali Semen Kujang, jenama yang pernah menjadi ikon industri semen di provinsi tersebut, sebagai bagian dari strategi memperluas penetrasi pasar.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan peluncuran kembali Semen Kujang menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional.
"Peluncuran kembali Semen Kujang juga sejalan dengan strategi transformasi SIG untuk terus menghadirkan solusi bahan bangunan yang inovatif, berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat serta memperkuat daya saing industri bahan bangunan nasional," ujar Indrieffouny Indra dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Dijelaskan, Semen Kujang merupakan produk semen pertama di Jawa Barat yang mulai dipasarkan pada 1975. Produk tersebut kini dihadirkan kembali dengan tampilan baru serta mengusung teknologi mutakhir untuk menghasilkan semen yang lebih kokoh, relevan dengan kebutuhan pembangunan dan memiliki daya tahan lebih baik.
Sejarah Semen Kujang bermula dari pendirian PT Semen Cibinong pada 1971 oleh PT Semen Gresik (Persero) bersama Gypsum Carrier dan Bamerical International Financial Corporation. Pabrik di Narogong, Jawa Barat, mulai dibangun pada 1973 dan diresmikan Presiden Soeharto pada 1975 dengan kapasitas produksi 600.000 ton per tahun.
Dua tahun kemudian, PT Semen Cibinong menjadi perusahaan pertama yang melantai di bursa saham setelah pasar modal Indonesia kembali diaktifkan melalui penawaran umum perdana pada Agustus 1977.
Saat ini, Semen Kujang diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Produk semen tipe Portland Composite Cement (PCC) sesuai SNI 7064:2022 tersebut dilengkapi teknologi Active Micro Particle yang dirancang mampu mengisi rongga material secara lebih optimal sehingga menghasilkan struktur bangunan yang lebih padat, kuat dan tahan lama.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menjelaskan teknologi tersebut menghadirkan tiga keunggulan utama, yakni daya rekat lebih kuat, permukaan finishing lebih halus, dan hasil pengecoran yang lebih padat.
Pada kesempatan yang sama, BUMN yang bergerak di industri semen tersebut juga mengumumkan kemitraan strategis antara Semen Kujang dan Persib Bandung.
Melalui kerja sama ini, logo Semen Kujang akan terpampang pada jersey resmi Persib selama periode kemitraan sebagai simbol sinergi dua institusi yang memiliki sejarah panjang dan kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat.
SIG juga akan mengimplementasikan berbagai program aktivasi merek, kegiatan komunitas dan inisiatif kolaboratif bersama Persib guna memperkuat kedekatan dengan masyarakat di berbagai daerah di Jawa Barat.
"Kami berharap Semen Kujang dapat kembali menjadi bagian dari setiap proses pembangunan masyarakat sekaligus menghadirkan nilai tambah melalui kolaborasi ini," tambah Dicky Saelan. (end)
