BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SIDO MUNCUL PERKUAT RISET INTERNAL UNTUK DORONG TRANSFORMASI INDUSTRI HERBAL NASIONAL

Terbit Pada

23 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 06-07-2026, 09:10:am

20350619

IQPlus, (23/7) - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi industri herbal nasional melalui penguatan riset dan inovasi. Perseroan mengandalkan fasilitas laboratorium riset internal sebagai fondasi pengembangan produk berbasis bukti ilmiah sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen tersebut disampaikan dalam seminar bertajuk Transforming Jamu: Bridging Scientific Evidence and Global Market Opportunities yang menjadi bagian dari Festival Jamu Nusantara 2026 dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Jumat (17/7). Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menyampaikan materi mengenai Hilirisasi Jamu: dari Kekayaan Alam dan Tradisi menuju Pasar Global.

Selain menjadi pembicara utama, Irwan juga menghadiri peresmian Pojok Jamu dan Taman Jamu di Gedung Didaktos UKDW bersama Fakultas Kedokteran dan Program Studi Bioteknologi. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap produk Sido Muncul dibangun melalui penerapan standar industri farmasi dan pengembangan riset secara konsisten sejak perusahaan mulai membangun infrastruktur penelitian pada 1997.

Irwan menjelaskan, sejak 2002 Sido Muncul telah mampu menerapkan standardisasi produk melalui pengujian ilmiah, meski proses pembuktian pada produk jamu memiliki tantangan tersendiri karena mengandung berbagai senyawa aktif. Karena itu, perusahaan terus berinvestasi dalam pengembangan fasilitas penelitian guna memastikan mutu, keamanan, dan khasiat produk herbal dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Infrastruktur riset yang dimiliki Sido Muncul mencakup laboratorium quality control, laboratorium produksi, laboratorium quality assurance, laboratorium research and development (R&D), hingga laboratorium farmakologi yang diresmikan pada 9 Juni 2026 oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurut Irwan, laboratorium tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses inovasi karena tidak semua industri farmasi memiliki fasilitas farmakologi secara mandiri.

"Uji toksisitas yang pertama kami lakukan bersama Universitas Diponegoro (Undip), disusul uji khasiat, dan terus kami lakukan semuanya berbasis ilmiah. Hasilnya, saya sudah berbicara di hadapan Fakultas Kedokteran sebanyak 58 kali termasuk di UKDW ini," kata Irwan. Ia menambahkan, seluruh fasilitas riset tersebut dibangun dengan keyakinan bahwa penelitian merupakan inti dari pengembangan bisnis modern dan menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing perusahaan.

Irwan menilai keberadaan laboratorium internal juga memberikan efisiensi dalam proses pengembangan produk karena pengujian tidak selalu bergantung pada lembaga eksternal. Menurutnya, fasilitas tersebut memungkinkan proses penelitian berjalan lebih cepat tanpa harus melalui prosedur yang lebih panjang di institusi lain, sehingga perusahaan dapat mempercepat inovasi produk herbal sekaligus mendukung pengembangan industri jamu nasional yang berbasis sains. (end)