SIDO MUNCUL DORONG JAMU MASUK MENU ANGKRINGAN, SASAR GENERASI MUDA
Share via
Terbit Pada
09 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 26-08-2026, 09:10:am
25143475
IQPlus, (9/9) - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) memberikan pelatihan meracik jamu kepada 100 pelaku usaha angkringan di Surakarta dan sekitarnya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan 1.000 Angkringan Sido Muncul sekaligus rangkaian kegiatan menjelang perayaan HUT ke-75 perusahaan.
Direktur Marketing Sido Muncul Maria Reviani Hidayat mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan keterampilan pedagang dalam menyajikan jamu, tetapi juga mendorong pengembangan usaha angkringan agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.
Para peserta mendapatkan pelatihan mengenai cara meracik jamu instan tanpa ampas, penerapan standar higienitas dan sanitasi, serta teknik promosi melalui media sosial.
"Langkah ini bertujuan mendobrak stigma kuno minuman tradisional serta memperluas segmentasi pasar ke kalangan anak muda," ujar Maria, dikutip Senin (7/9/2026).
Menurut dia, Surakarta dipilih sebagai salah satu lokasi program karena memiliki latar belakang budaya yang kuat. Pelaksanaan di kota tersebut juga menjadi kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya digelar di Yogyakarta.
Maria mengatakan, keberadaan jamu di angkringan diharapkan dapat membuat minuman tradisional tersebut lebih dekat dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
"Tujuannya adalah sama, yaitu untuk memberdayakan para pedagang angkringan untuk berjualan jamu dengan juga sambil melestarikan budaya minum jamu itu sendiri," katanya.
Ia mendorong pemilik angkringan untuk menambahkan jamu ke dalam menu yang sudah tersedia. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi cara bagi pelaku usaha untuk menambah pilihan produk sekaligus mempertahankan relevansi angkringan di tengah perubahan tren konsumen.
"Jadi sebetulnya mereka ini kan sudah menjual wedang jahe contohnya. Jadi alangkah baiknya kalau ditambah dengan jamu. Jadi menambah menu juga, supaya mendekatkan diri kepada para konsumen agar masih relevan dengan zaman," tutur Maria.
Dari sisi kesehatan tradisional, Praktisi Jamu Unit Pelayanan Fungsional Pelayanan Kesehatan Tradisional RSUP Dr. Sardjito Tawangmangu, Saryanto, menilai perubahan cara penyajian dan pengelolaan angkringan dapat meningkatkan daya tarik jamu, khususnya bagi generasi muda.
Menurut dia, tren gaya hidup sehat atau wellness yang berkembang di kalangan anak muda dapat menjadi peluang bagi jamu untuk masuk ke ruang-ruang berkumpul yang lebih modern.
"Anak muda sekarang kan trennya wellness health untuk lifestyle, seringnya nongkrong di kafe. Tapi kalau angkringan ada sesuatu hal yang berbeda, saya kira jamu di angkringan ini akan tumbuh berkembang baik ketika anak muda mau dan sering berada di dalam angkringan dengan ranah jamu," ujar Saryanto.
Ia menilai aspek tampilan dan kebersihan menjadi bagian penting dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap angkringan. Penyajian jamu tanpa ampas serta penataan gerobak yang lebih bersih dinilai dapat membuat konsep angkringan lebih menarik bagi konsumen.
"Angkringan itu kan dulu imajinasinya agak kumuh atau di pinggir jalan. Nah, dari Sido Muncul nanti bisa dimodifikasi menjadi tempat yang asyik, dengan display, higienitas, dan sanitasi yang baik. Jadi bentuknya angkringan, tapi dikelola seperti kafe dan jauh lebih maju," katanya.
Setelah Surakarta dan Yogyakarta, Sido Muncul berencana memperluas Gerakan 1.000 Angkringan ke sejumlah kota besar lainnya di Pulau Jawa, termasuk Semarang dan Surabaya.
Ekspansi tersebut ditujukan untuk memperluas pemberdayaan pelaku usaha angkringan sekaligus mendorong pelestarian budaya minum jamu agar semakin dikenal dan diterima oleh masyarakat, termasuk kalangan generasi muda. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
