PGN BATAM SIAP HADAPI KEDARURATAN LEWAT SIMULASI DI PLTMG PANARAN
Share via
Terbit Pada
09 September 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 07-09-2026, 12:10:pm
25145522
IQPlus, (9/9) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat kesiapan menghadapi kondisi darurat melalui simulasi penanganan kebocoran dan kebakaran di Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Panaran, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
General Manager PT PGN Tbk Sales and Operation Region 1 (SOR 1) Andi Sangga Prasetia mengatakan simulasi tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk memastikan kesiapan perusahaan sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak apabila terjadi keadaan darurat.
"Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan komponen pemerintah, termasuk TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta elemen masyarakat sebagai stakeholder," kata Andi dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.
Menurut dia, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan keadaan darurat.
"Kecepatan respons sangat penting, termasuk dari Damkar dan dukungan TNI-Polri. Stasiun Gas PGN ini merupakan objek vital nasional yang krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan Kota Batam," ujarnya.
Ia menjelaskan gas menjadi salah satu energi primer untuk sektor kelistrikan di Batam.
"Jika terdapat gangguan terhadap fasilitas penyaluran gas berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian," katanya.
Dalam simulasi tersebut, skenario diawali dengan kenaikan tekanan gas yang membuat PCV tidak mampu mengendalikan tekanan pada sisi downstream.
Tekanan yang meningkat kemudian menyebabkan kegagalan pada salah satu sambungan perpipaan hingga terjadi kebocoran gas.
Kondisi tersebut disimulasikan memicu peningkatan temperatur, konsleting pada instrumen elektrikal hingga terjadi flashfire di area metering.
Api kemudian merambat ke sejumlah titik karena masih terdapat gas yang keluar dari lokasi kebocoran.
"Kami seperti pura-pura ada api tapi tidak ada, simulasinya untuk mengantisipasi keadaan seperti itu," katanya.
Simulasi juga mencakup penanganan personel yang mengalami cedera saat berupaya memadamkan api.
"Dari pihak rumah sakit juga datang dengan cepat untuk menangani korban," tambahnya.
Andi mengatakan simulasi tersebut juga menjadi ruang evaluasi. Sejumlah masukan, termasuk terkait keterbatasan sinyal komunikasi dan kondisi tanggul, akan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan ke depan.
"Masukan-masukan tersebut tentu kami ambil sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk kedepan. Itu memang tujuan dari simulasi," katanya.
Ia menambahkan Stasiun Panaran sejak 2005 hingga 2026 tidak mengalami kecelakaan besar. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
