SIASATI PENYESUAIAN RKAB, ATLAS RESOURCES BERHARAP RELAKSASI KEBIJAKAN DMO
Share via
Terbit Pada
03 July 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 02-07-2026, 03:35:pm
18352083
IQPlus, (3/7) - PT Atlas Resources Tbk (ARII) telah menggelar agenda Public Expose pada Selasa, 30 Juni 2026, yang bertempat di kantor Perseroan, Jl. Kemang Raya No. 43, Mampang, Jakarta Selatan. Dalam acara yang berlangsung pukul 11.00 hingga 12.00 WIB tersebut, Direktur Perseroan, Joko Kus Sulistyoko, hadir langsung untuk memberikan pemaparan serta menjawab berbagai pertanyaan dari awak media terkait perkembangan operasional perusahaan.
Salah satu topik utama yang menjadi sorotan adalah dampak penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) terhadap bisnis batubara perusahaan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Joko Kus Sulistyoko mengungkapkan bahwa regulasi tersebut secara langsung memengaruhi volume produksi dan penjualan perusahaan saat ini.
Akibat penyesuaian regulasi tersebut, manajemen terpaksa menghentikan sementara kegiatan produksi di beberapa area tambang, sedangkan aktivitas penjualan kini hanya mengandalkan sisa alokasi yang tersedia. Pihak manajemen pun menyuarakan harapannya agar pemerintah memberikan relaksasi kebijakan agar alokasi produksi dapat kembali ditingkatkan.
Langkah relaksasi ini dinilai penting untuk memenuhi tingginya permintaan pasar domestik yang terus berjalan. Secara khusus, pasokan batubara tersebut sangat dibutuhkan guna menjamin kelancaran pemenuhan kebutuhan pembangkit listrik di wilayah Sumatera dan Jawa.
Di sisi lain, PT Atlas Resources Tbk juga tengah memfokuskan strategi internalnya pada efisiensi operasional dan penekanan biaya logistik. Langkah konkrit yang diambil oleh Perseroan adalah dengan terus menggenjot pengembangan infrastruktur jalan hauling atau jalur khusus angkutan batubara.
Dengan tersedianya jalur angkut baru yang memiliki rute lebih pendek, jarak pengangkutan batubara dapat dipangkas secara signifikan sehingga biaya operasional menjadi lebih efisien. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung peningkatan volume angkutan di masa depan, sekaligus dapat disewakan kepada perusahaan tambang lain di sekitar wilayah operasional untuk memberikan nilai tambah bagi bisnis Perseroan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
