BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

SGER CATAT KENAIKAN PENDAPATAN 6,73% DI SEMESTER PERTAMA 2026

Terbit Pada

03 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 14-07-2026, 04:30:pm

21432870

IQPlus, (3/8) - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) membukukan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp4,33 triliun, meningkat 6,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,06 triliun.

Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp4,03 triliun dari Rp3,81 triliun pada semester I-2025. Meski demikian, laba kotor Perseroan tumbuh lebih tinggi menjadi Rp301,27 miliar, naik 24,26% dibandingkan Rp242,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi operasional, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp82,34 miliar dari Rp63,87 miliar, sedangkan beban keuangan naik menjadi Rp82,90 miliar dari Rp61,88 miliar. Perseroan juga membukukan pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp28,82 miliar, turun dari Rp46,85 miliar pada semester I-2025.

Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak tercatat Rp164,65 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp163,72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan bersih sebesar Rp24,35 miliar, laba bersih periode berjalan meningkat menjadi Rp140,31 miliar, naik 9,48% dari Rp128,16 miliar.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp137,95 miliar, meningkat 8,83% dibandingkan Rp126,75 miliar pada semester I-2025.

Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp8,85 per saham dari Rp8,13 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi neraca, hingga 30 Juni 2026 total aset Perseroan mencapai Rp6,01 triliun, meningkat sekitar 6,51% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp5,64 triliun. Peningkatan aset terutama ditopang oleh kenaikan piutang usaha dan aset tetap.

Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp3,43 triliun, naik sekitar 4,63% dari Rp3,28 triliun pada 31 Desember 2025. Adapun total ekuitas meningkat menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,37 triliun pada akhir tahun lalu, mencerminkan penguatan posisi permodalan Perseroan. (end)