BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    SEKAR LAUT TETAP EKSPANSIF DI TENGAH TEKANAN GLOBAL, TARGETKAN PENJUALAN NAIK 10 PERSEN

    Terbit Pada

    29 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 02-04-2026, 02:11:pm

    11844813

    IQPlus, (29/4) - Di tengah tekanan ekonomi global yang kian dinamis, produsen makanan olahan PT Sekar Laut Tbk (SKLT) tetap mematok target pertumbuhan kinerja pada 2026. Perseroan optimistis pendapatan dapat meningkat 10 persen dengan laba bersih tumbuh hingga 20 persen.

    Corporate Secretary Jimmy Herlambang mengatakan, sejumlah strategi telah disiapkan untuk menjaga momentum bisnis, baik melalui ekspansi pasar luar negeri maupun penguatan pasar domestik.

    Dari sisi ekspor, perusahaan mulai mengalihkan fokus ke pasar baru di Asia seperti China dan Taiwan, serta kawasan Afrika. Langkah ini dilakukan untuk mengimbangi penurunan permintaan dari Timur Tengah yang terdampak konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

    "Kami sudah melakukan penjajakan melalui pameran dagang dan mulai melihat minat dari sejumlah calon pembeli di pasar baru tersebut," ujar Jimmy dalam paparan publik, Selasa (28/4/2026).

    Sementara di dalam negeri, perseroan memperkuat jaringan distribusi agar produk semakin luas menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Sekar Laut juga menyiapkan peningkatan kapasitas produksi, khususnya untuk produk kerupuk dan sambal yang permintaannya terus tumbuh. Upaya efisiensi turut dilakukan melalui peremajaan mesin produksi.

    Dengan langkah tersebut, manajemen yakin target pertumbuhan tahun ini dapat tercapai meski kondisi pasar masih menantang.

    Dari sisi kinerja, Sekar Laut mencatat hasil positif sepanjang 2025. Pendapatan naik 16 persen secara tahunan menjadi Rp2,65 triliun dari sebelumnya Rp2,29 triliun. Laba bersih juga meningkat 6 persen menjadi Rp126 miliar dari Rp119 miliar pada 2024.

    "encapaian ini ditopang oleh ekspansi distribusi, inovasi produk, serta peningkatan kualitas," jelas Jimmy.

    Direktur John C. Gozal menambahkan, total aset perusahaan pada 2025 tumbuh 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan aset lancar sebesar 10 persen dan lonjakan aset tetap hingga 28 persen.

    Di sisi lain, total liabilitas meningkat menjadi Rp816 miliar dari Rp607 miliar pada 2024, terutama karena kenaikan kewajiban jangka panjang sebesar 77 persen untuk mendukung investasi perusahaan.

    "Kami akan terus mengedepankan inovasi dan ekspansi pasar sebagai pilar utama menjaga pertumbuhan berkelanjutan," ujar John. (end/ahd)