BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    SAWIT SUMBERMAS (SSMS) ALOKASIKAN RP136,17 MILIAR UNTUK JASA ANALISIS LABORATORIUM

    Terbit Pada

    03 June 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 02-06-2026, 04:12:pm

    15331126

    IQPlus, (3/6) - Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS), resmi mengumumkan transaksi afiliasi terkait penggunaan jasa analisis laboratorium dan sertifikasi dengan PT Citra Borneo Indah (CBI). Total nilai rencana transaksi akumulatif untuk seluruh kelompok usaha SSMS mencapai Rp136,17 miliar.

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis manajemen Perseroan pada Selasa (2/6/2026), transaksi ini dilakukan untuk memenuhi regulasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

    Objek dari kerja sama ini adalah pemanfaatan layanan Research Service di laboratorium Sulung Research Station milik CBI. Langkah strategis ini diambil guna menunjang kegiatan operasional kebun serta memastikan pengelolaan aset perkebunan dilakukan secara optimal dan berkelanjutan melalui analisa komprehensif terhadap kondisi tanah dan tanaman kelapa sawit.

    Penambahan Entitas Baru

    Nilai keseluruhan transaksi sebesar Rp136,17 miliar tersebut mencakup kontrak berjalan (eksisting) dengan tujuh entitas anak usaha serta satu penambahan entitas baru, yaitu PT Sawit Mandiri Lestari (SML). SML baru saja diakuisisi oleh SSMS pada 24 November 2025 lalu.

    Sementara itu, rincian nilai kontrak tahunan untuk entitas kelompok usaha SSMS lainnya meliputi:

    PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS): Rp36,09 miliar

    PT Sawit Multi Utama (SMU): Rp26,05 miliar

    PT Tanjung Sawit Abadi (TSA): Rp18,64 miliar

    PT Mitra Mendawai Sejati (MMS): Rp15,09 miliar

    PT Menteng Kencana Mas (MKM): Rp11,55 miliar

    PT Kalimantan Sawit Abadi (KSA): Rp10,26 miliar

    PT Mirza Pratama Putra (MPP): Rp6,46 miliar

    Hubungan Afiliasi dan Dampak Keuangan

    Sifat hubungan afiliasi dalam transaksi ini bersumber dari kepemilikan saham, di mana CBI merupakan pemegang saham utama yang menguasai 65,83% saham SSMS. Di sisi lain, SSMS bertindak sebagai pemegang saham pengendali langsung maupun tidak langsung pada entitas-entitas anak usaha tersebut.

    Manajemen SSMS menegaskan bahwa transaksi ini tidak berpotensi mengganggu kelangsungan usaha ataupun mengganggu proforma keuangan perusahaan. Dampak langsung dari transaksi ini hanya berupa penurunan pada saldo kas akibat pembayaran Research Service.

    Secara materialitas, total nilai transaksi Rp136,17 miliar ini setara dengan 4,63% dari ekuitas SSMS per 31 Ditandai Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp2,94 triliun, sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material yang membutuhkan persetujuan RUPS. (end)