TELKOM-PEMKAB TANGSEL GELAR INTERVENSI STUNTING
Share via
Terbit Pada
11 August 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 11-08-2026, 09:10:am
22237528
IQPlus, (11/8) - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) berkolaborasi dengan PT Telkom Indonesia wilayah Banten menggelar intervensi stunting dengan pemberian makanan tambahan serta pendampingan kepada keluarga selama 56 hari.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Tangerang, Senin, mengatakan pelaksanaan program ini dilakukan melalui enam puskesmas yang berada di Kecamatan Serpong sebagai pelaksana utama dalam pemberian makanan tambahan sekaligus pendampingan kepada keluarga yang menjadi sasaran program.
"Atas nama pemerintah kota dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada PT Telkom, khususnya wilayah Banten, yang telah mengeluarkan CSR-nya, TJSL-nya dalam kaitan dengan program penanganan stunting yang diselenggarakan oleh pemerintah kota melalui bidang kesehatan," kata Wali Kota Benyamin.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penanganan stunting, tetapi dapat diperluas untuk mendukung berbagai program kesehatan dan pendidikan di Kota Tangerang Selatan.
"Saya berharap ke depan TJSL-nya akan terus diperluas, diperbesar, diperlebar lagi. Bukan saja untuk penanganan stunting, tetapi juga untuk program-program kesehatan yang lainnya dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan juga," kata Benyamin.
Terkait penanganan stunting, Benyamin menjelaskan intervensi stunting perlu dilakukan sejak sekarang karena anak-anak yang menjadi sasaran program merupakan generasi yang akan berada pada usia produktif pada 2045.
Menurut Benyamin, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak. Kekurangan asupan gizi pada masa pertumbuhan juga dapat berdampak terhadap perkembangan mental dan kemampuan berpikir anak.
"Saya membayangkan mereka usia 20 tahun pada 2045. Kalau dari sekarang tidak kita intervensi, makanan mereka harus seimbang antara tinggi badan, umur, dengan berat badannya. Itu harus kita intervensi dari sekarang," ujar Benyamin. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
