SALDO LABA MASIH DEFISIT, GZCO PUTUSKAN TIDAK SEBAR DIVIDEN
Share via
Terbit Pada
12 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 03-06-2026, 11:52:am
16252187
IQPlus, (12/6) - PT Gozco Plantations Tbk (menggunakan kode emiten GZCO) secara resmi mengumumkan hasil penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Salah satu keputusan krusial yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah ketetapan perseroan untuk tidak membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perseroan pada Jumat (12/6/2026), kebijakan absennya dividen ini diambil lantaran posisi saldo laba GZCO yang tercatat masih mengalami defisit.
RUPST yang digelar pada Rabu, 10 Juni 2026 tersebut berhasil memenuhi kuorum kehadiran, dengan dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 4.171.883.200 lembar saham atau setara dengan 72,1821% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Dalam agenda pertama, mayoritas pemegang saham (99,985%) menyetujui Laporan Tahunan tahun buku 2025, termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris. Rapat juga mengesahkan Laporan Keuangan GZCO tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Hadori Sugiarto Adi dan Rekan dengan opini "Wajar Tanpa Pengecualian". Dengan pengesahan ini, pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan mereka selama tahun lalu.
Memasuki agenda ketiga dan keempat, pemegang saham menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris dengan bantuan Komite Audit Untuk menunjuk Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bersertifikasi CPA untuk mengaudit laporan keuangan buku 2026. Selain itu, Dewan Komisaris juga diberikan kuasa penuh untuk menetapkan gaji, honorarium, serta tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026.
Sebagai informasi, susunan pengurus GZCO tidak mengalami perubahan dan dipastikan akan tetap menjabat hingga akhir periode jabatan pada 24 Mei 2028 mendatang. Jabatan Presiden Direktur tetap dipegang oleh Kreisna Dewantara Gozali, sedangkan posisi Presiden Komisaris ditempati oleh Tjandra Mindharta Gozali. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
