BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

RUPSLB PT TELKOM SETUJUI PERGANTIAN KOMISARIS DAN DIREKSI

Terbit Pada

14 December 2025

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 30-06-2026, 04:21:pm

34824780

IQPlus, (15/12) - Perusahaan BUMN sektor telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di Jakarta, Jumat, menyetujui pergantian jajaran komisaris dan direksi.

Para pemegang saham menyetujui pengangkatan Budi Satria Dharma Purba sebagai Direktur Wholesale & International Service menggantikan Honesti Basyir.

Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Rofikoh Rokhim sebagai Komisaris Independen, menggantikan Yohanes Surya yang sebelumnya telah mengundurkan diri.

Dalam RUPSLB, terdapat empat mata agenda, salah satunya perubahan susunan pengurus perseroan.

Berikut merupakan susunan komisaris dan direksi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) hasil RUPSLB Desember 2025.

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo

Komisaris: Rionald Silaban

Komisaris: Rizal Mallarangeng

Komisaris: Ossy Dermawan

Komisaris: Silmy Karim

Komisaris Independen: Deswandhy Agusman

Komisaris Independen: Ira Novuarti

Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim

Dewan Direksi :

Direktur Utama: Dian Siswarini

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan

Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba

Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine

Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji

Direktur Network: Nanang Hendarno

Direktur IT Digital: Faizal Rochmad Djoemadi

Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Per kuartal III-2025, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp109,6 triliun, dengan EBITDA konsolidasi mencapai Rp54,4 triliun dan margin EBITDA sebesar 49, persen.

Pada periode ini, perseroan mencatatkan laba bersih Rp15,8 triliun dengan margin laba bersih 14,4 persen, sedangkan untuk normalized net income sebesar Rp16,7 triliun dengan normalized net income margin 15,2 persen. (end)