RISE BIDIK PROYEK BERDAYA SERAP TINGGI DAN PERKUAT ARUS KAS DI 2026
Share via
Terbit Pada
26 March 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 06-03-2026, 11:01:am
08454908
IQPlus, (26/3) - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) menegaskan strategi bisnisnya pada 2026 dengan fokus pada pengembangan proyek-proyek properti yang memiliki daya serap pasar tinggi serta percepatan monetisasi proyek eksisting guna menjaga kesehatan arus kas.
Selain itu, Perseroan juga terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang (recurring income), terutama dari segmen hospitality dan aset komersial. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang di tengah dinamika industri properti.
Presiden Direktur RISE, Budi Agusti, menyatakan bahwa dengan landasan kinerja yang kuat pada 2025, Perseroan optimistis mampu melanjutkan momentum pertumbuhan. Strategi yang diterapkan mencakup pengembangan proyek secara terukur, diversifikasi portofolio, serta disiplin keuangan untuk menjaga keberlanjutan kinerja.
Sepanjang tahun buku 2025, RISE mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian, pendapatan Perseroan mencapai Rp410,72 miliar atau tumbuh 12,35% dibandingkan Rp365,59 miliar pada 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan properti dan optimalisasi kinerja operasional.
Kontributor utama berasal dari penjualan apartemen yang melonjak 155% secara tahunan dan menyumbang 37% terhadap total pendapatan 2025, meningkat signifikan dari 16% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, kontribusi segmen perhotelan mengalami penurunan menjadi 44% dari sebelumnya 60%, seiring kebijakan pengetatan yang berdampak pada sektor tersebut.
Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat lonjakan laba tahun berjalan sebesar Rp92,21 miliar, naik sekitar 165% dibandingkan Rp34,81 miliar pada 2024. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan laba usaha yang mencapai Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar, serta efisiensi beban operasional yang berkelanjutan.
Budi Agusti menambahkan, capaian tersebut mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat. Menurutnya, pertumbuhan pendapatan yang konsisten dan lonjakan laba menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional.
Dari struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat tetap menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 54% atau sebesar Rp220,9 miliar. Sementara itu, segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting dalam menopang pendapatan berulang yang lebih stabil, seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
