BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PURBAYA IMBAU BERESKAN "PENGGORENG SAHAM" SEBELUM DEMUTALISASI BURSA

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    08 January 2026

    00824668

    IQPlus, (9/1) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau otoritas terkait terlebih dahulu memberantas praktik "penggoreng saham" di pasar modal sebelum penerapan demutualisasi bursa efek.

    Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis, mengatakan pembenahan tersebut penting dilakukan sebelum melangkah ke perubahan struktur kepemilikan bursa.

    Saat ditanya apakah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan tahun ini, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti.

    Kewenangan utama terkait kebijakan tersebut tetap berada di tangan regulator pasar modal, katanya menegaskan.

    "Saya belum tahu, bisa ditanyakan ke OJK. Kalau pandangan saya sih, beresin dulu 'tukang goreng-goreng' itu baru demutualisasi," ujar dia.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan tengah melakukan kajian terkait rencana demutualisasi bursa. Salah satu tujuan kajian tersebut adalah untuk memperkuat tata kelola pasar modal serta meningkatkan transparansi dan perlindungan investor.

    Di sisi lain, Purbaya juga menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 9.000. Dirinya menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi perekonomian Indonesia.

    Lebih lanjut ia mengatakan membaiknya sentimen investor dinilai berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat di bursa, yang pada akhirnya mendorong kenaikan valuasi pasar.

    Dalam tiga bulan terakhir, aliran dana investor, baik domestik maupun global, tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia.

    "Jadi kalo kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan bahwa ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global Terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalo gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 enggak susah-susah amat," ujar dia.

    Sebagai informasi, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi di level 9.000,54 pada perdagangan Kamis, sekitar pukul 10.05 WIB. (end/ant)