PUPUK INDONESIA SIAPKAN PEMBANGUNAN DAN REVITALISASI DELAPAN PABRIK
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
06 October 2026
27829618
IQPlus, (6/10) - PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen melanjutkan agenda industrialisasi dengan membangun dan merevitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun ke depan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kemandirian industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan pertumbuhan kinerja perusahaan tidak hanya menjadi capaian finansial, tetapi juga menjadi ruang bagi perseroan untuk melakukan reinvestasi dan melanjutkan pembangunan kapasitas industri.
"Industrialisasi merupakan DNA Pupuk Indonesia sejak pembangunan Pabrik PUSRI pada 1959, dan transformasi menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutannya agar semakin efisien dalam operasional, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan pangan serta industri nasional dalam jangka panjang," ujar Rahmad.
Agenda industrialisasi tersebut dijalankan melalui dua lini. Pertama, memperkuat industri pupuk sebagai jangkar ketahanan pangan melalui revitalisasi dan ekspansi kapasitas produksi. Kedua, mendorong hilirisasi gas bumi serta pengembangan produk kimia bernilai tambah untuk memperkuat kemandirian industri nasional.
Delapan proyek yang masuk dalam agenda lima tahun ke depan mencakup revitalisasi Amurea Pusri IIIB untuk meningkatkan efisiensi energi. Selain itu, Pupuk Indonesia akan mengembangkan Amurea Papua Barat, Amurea PIM III, serta Pabrik NPK Steam Granulasi Gresik guna memperkuat kapasitas produksi.
Di sisi diversifikasi, perseroan mengembangkan Soda Ash di Bontang dan Gresik. Pupuk Indonesia juga mendorong hilirisasi gas bumi melalui proyek metanol di Lhokseumawe dan Bontang.
Selain delapan proyek tersebut, Pupuk Indonesia memiliki inisiatif strategis jangka panjang melalui pengembangan Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat serta pembangunan pabrik amonia dan urea (Amurea) di Maluku. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam dan mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
"Industrialisasi harus mampu menumbuhkan industri baru, membuka lapangan kerja, memperkuat ekosistem nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis," kata Rahmad.
Dengan kapasitas produksi sekitar 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia menyatakan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas. Revitalisasi pabrik, pembangunan kapasitas baru, dan diversifikasi usaha diharapkan memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan masa depan sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
