BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

STOK DISTRIBUTOR NORMAL, PENJUALAN SIDO MUNCUL MULAI PULIH

Terbit Pada

06 October 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 28-09-2026, 09:05:am

27831623

IQPlus, (6/10) - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat perkembangan positif setelah melakukan penyesuaian persediaan atau inventory adjustment di tingkat distributor. Kondisi stok distributor yang sebelumnya menumpuk kini telah kembali normal, sementara penjualan mulai menunjukkan pemulihan.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan penurunan penjualan pada semester I 2026 tidak mencerminkan penurunan permintaan konsumen. Menurut dia, penurunan tersebut terjadi karena perseroan melakukan penyesuaian persediaan untuk mengatasi penumpukan stok lama di jaringan distributor.

"Saya lakukan inventory adjustment, sehingga laporan penjualannya, laporan profit penjualannya turun. Tapi demand-nya nggak turun, pasar nggak turun," kata Irwan, belum lama ini.

Pada semester I 2026, penjualan SIDO turun sekitar 20% secara tahunan. Segmen herbal dan suplemen mencatat penjualan Rp639 miliar.

Sementara itu, segmen makanan dan minuman masih mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 11% menjadi Rp760 miliar. Segmen farmasi juga tumbuh 7% menjadi Rp67,4 miliar.

Memasuki kuartal III 2026, penjualan perseroan mulai menunjukkan pemulihan. Pada Agustus 2026, penjualan SIDO tercatat mendekati Rp360 miliar dalam satu bulan.

Sejalan dengan pemulihan tersebut, persediaan di tingkat distributor utama telah kembali normal dengan stok berada pada kisaran 9 hingga 18 hari. Irwan menyebut stok distributor saat ini tersisa sekitar 18 hari.

"Sudah normal, sudah balik normal. Stok yang ada di distributor cuma tinggal 18 hari," ujar Irwan.

Selain normalisasi stok, penjualan produk herbal Sido Muncul melalui jaringan ritel hingga konsumen akhir juga menunjukkan tren positif. Menurut Irwan, perkembangan tersebut turut didukung kanal penjualan digital dan peningkatan penetrasi pasar ekspor.

Salah satu pasar ekspor yang disebut mengalami perkembangan adalah kawasan Afrika, termasuk melalui penjualan produk minuman energi.

"Kalau penjualan, dimensinya tinggi, naik dimensinya. Dimensinya dari toko ke konsumen tuh naik," kata Irwan.

Untuk memperkuat penetrasi pasar, Sido Muncul juga terus melakukan inovasi produk. Di antaranya melalui pengembangan Tolak Linu Sleep dan produk jamu serbuk tanpa ampas.

Dengan normalisasi stok distributor dan perkembangan penjualan tersebut, Sido Muncul memperkirakan dampak inventory adjustment terhadap kinerja hingga akhir 2026 dapat ditekan.

Irwan menyebut apabila laporan keuangan hingga akhir tahun masih menunjukkan penurunan akibat penyesuaian persediaan, penurunannya diharapkan tidak lebih dari satu digit dibandingkan tahun sebelumnya, atau sekitar 5%-6%. (end)

BCA Sekuritas | BCA Sekuritas