BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PTBA SIAPKAN PROYEK DME TANJUNG ENIM

    Terbit Pada

    06 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 01-04-2026, 09:20:am

    09555678

    IQPlus, (6/4) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyiapkan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan target peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan tahun ini.

    Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto mengatakan proyek tersebut telah memasuki tahap pematangan, terutama terkait skema pendanaan dan aspek keekonomian.

    "Kita cadangan sudah siap, lapangan, wilayah kawasan sudah siap, mitra teknologi yang mau dipilih juga sudah kita identifikasi, tapi keputusan investasi dan lain-lain masih diproses di Danantara," kata Turino di Jakarta, Senin.

    Selain itu, pembahasan harga juga masih berjalan, termasuk skema penyerapan oleh Pertamina dan keekonomian produk DME di pasar domestik.

    Turino menyebut aspek keekonomian menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan proyek.

    Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangunan fasilitas DME diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga tahun.

    "Pembangunan itu paling cepat 3 tahun kalau tidak ada kendala dan ada percepatan di perizinan dan lain-lain," ungkap dia.

    Menurut dia, proyek DME tersebut dirancang dengan kapasitas awal sekitar 1,4 juta ton DME per tahun.

    Turino mengatakan PTBA juga telah menyiapkan skema bisnis proyek, termasuk penetapan PT Pertamina sebagai pihak yang akan menyerap produksi (offtaker).

    "Jadi kita bikin di lokasi, habis itu Pertamina offtake," ujarnya.

    Ia menambahkan mitra teknologi potensial untuk proyek tersebut telah diidentifikasi dari sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang, meski belum diputuskan secara resmi.

    Pemilihan mitra, lanjut dia, akan mempertimbangkan kesesuaian teknologi dengan karakteristik batu bara PTBA serta kelayakan ekonomi proyek.

    Lebih lanjut, ia menyebut keputusan investasi, struktur pendanaan, serta aspek keekonomian proyek masih dibahas bersama Danantara Indonesia dan pihak terkait.

    "Insya Allah groundbreaking tahun ini, kita akan percepat tahun ini, tapi keputusannya masih di Danantara. Kita follow Danantara," tuturnya.(end)