BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    PTBA CATAT PENINGKATAN PRODUKSI DI TENGAH TEKANAN HARGA BATU BARA

    Terbit Pada

    06 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 01-04-2026, 09:20:am

    09545130

    IQPlus, (6/4) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat pertumbuhan produksi dan penjualan batu bara sepanjang 2025 di tengah tekanan harga batu bara global.

    Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, 2025 menjadi periode menantang bagi industri batu bara dunia karena penurunan harga yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

    "PT Bukit Asam tentunya dalam menghadapi situasi dan kondisi tersebut, kami mampu menjaga kinerja operasional yang solid serta menunjukkan resilien yang kuat," kata Arsal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

    Ia menjelaskan, produksi perseroan meningkat 9 persen menjadi 47,2 juta ton. Penjualan juga tumbuh 6 persen menjadi 45,4 juta ton, sejalan dengan volume angkutan batu bara yang naik 6 persen dari 38,2 juta ton pada 2024 menjadi 40,4 juta ton pada 2025.

    Menurut Arsal, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perseroan menjaga ketahanan bisnis di tengah fluktuasi harga batu bara global.

    Ia menyebut, penurunan harga cukup terasa, baik pada indeks Newcastle maupun Indonesian Coal Index (ICI) yang menjadi acuan harga jual perseroan.

    "Kalau kita lihat dari indeks Newcastle, ini turunnya cukup signifikan, 25 persen. Indeks ICI, di mana kami lebih banyak menggunakan ICI 3 pada tahun 2025, itu juga turun secara tahunan sebesar 16 persen," ujarnya.

    Meski demikian, ia menyebut PTBA tetap dapat menjaga keseimbangan pasar dengan komposisi penjualan 54 persen untuk domestik dan 46 persen untuk ekspor.

    Arsal mengatakan, porsi penjualan domestik mencerminkan komitmen perseroan dalam mendukung pasokan energi dalam negeri.

    Di sisi ekspor, ia menyebutkan bahwa PTBA juga melakukan diversifikasi pasar di luar negara tujuan utama seperti China dan India.

    Perseroan memperluas pemasaran ke Bangladesh, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, serta mulai masuk ke pasar Eropa seperti Spanyol dan Rumania.

    Pada tahun buku 2025, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp6,08 triliun dan margin EBITDA sekitar 14 persen.

    Arsal menambahkan, dari sisi keuangan, posisi perseroan tetap terjaga dengan total aset meningkat menjadi Rp43,92 triliun dan arus kas operasi tumbuh 24 persen.

    Ia menegaskan, fundamental operasional perusahaan tetap sehat meskipun profitabilitas tertekan oleh penurunan harga jual batu bara di pasar global.

    "Kami percaya bahwa dengan fundamental yang kuat, strategi yang adaptif, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, PTBA akan mampu menjaga kinerja positif yang berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh stakeholder," tuturnya. (end/ant)