BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PRODUK PANGAN RI RAUP POTENSI TRANSAKSI Rp89 MILIAR DI TAIWAN

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

03 July 2026

18337053

IQPlus, (3/7) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut produk pangan Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar 5 juta dolar AS atau setara Rp89,5 miliar melalui kehadiran Paviliun Indonesia pada ajang Food Taipei Mega Show 2026 di Taiwan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pasar Taiwan terhadap kualitas produk pangan Indonesia.

"Potensi transaksi sebesar 5 juta dolar AS menunjukkan produk pangan Indonesia memiliki kualitas, nilai tambah, dan daya saing yang semakin diakui di pasar Taiwan," kata Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Potensi transaksi itu juga merupakan hasil sinergi antara KDEI Taipei, Kemendag, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia(Gapmmi), Akademi Mudah Ekspor (AME), para pelaku usaha Indonesia, serta berbagai mitra strategis di Taiwan.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini merupakan strategi pemerintah untuk memperluas pasar ekspor, sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer potensial.

20 pelaku usaha asal Indonesia memperkenalkan beragam produk pangan unggulan yang berkualitas, inovatif, dan memiliki nilai tambah sehingga mampu bersaing di pasar global.

Adapun produk-produk yang dipamerkan meliputi sarang burung walet, boga bahari (seafood), makanan ringan berbahan dasar buah, mi rendah kalori, madu, kopi, rempah-rempah, saus dan bumbu premium, gula kepala sagu, hingga berbagai produk olahan perikanan.

Arif menyebutkan produk-produk seperti sarang burung walet, boga bahari, makanan ringan sehat, saus dan bumbu premium, rempah-rempah, mi instan sehat, serta gula kelapa sagu menjadi produk yang paling banyak diminati.

"Taiwan merupakan pasar yang strategis bagi Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 23 juta jiwa dan daya beli masyarakat tinggi, Taiwan menjadi tujuan ekspor potensial, sekaligus pintu masuk bagi produk Indonesia untuk memperluas penetrasi ke kawasan Asia Timur," kata Arif. (end/ant)