BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PRESIDEN RESMIKAN GROUNDBREAKING LNG ABADI MASELA

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

16 July 2026

19653983

IQPlus, (16/7) - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, sebagai penanda dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.

"Dengan mengucap bismilahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis, 16 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya nyatakan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela secara resmi dinyatakan dimulai," kata Presiden Prabowo di akhir pidato peresmiannya.

Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung saat mengikuti prosesi peresmian melalui sambungan video.

Sementara itu, di lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Chief Executive Officer (CEO) INPEX Takayuki Ueda, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Acara peresmian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa yang dipandu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kemudian dilanjutkan dengan laporan perkembangan proyek yang disampaikan CEO INPEX Takayuki Ueda sebagai operator utama Blok Masela, serta laporan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dalam pidatonya sebelum meresmikan groundbreaking proyek, Presiden sempat meminta maaf lantaran tidak bisa hadir untuk meresmikan secara langsung.

"Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya," kata Presiden Prabowo. (end/ant)