PIPA RAIH PERSETUJUAN RIGHTS ISSUE GUNA PERKUAT MODAL
Share via
Terbit Pada
26 June 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 19-06-2026, 04:42:pm
17635263
IQPlus, (26/6) - PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk mempersiapkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Persetujuan tersebut diperoleh dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Juni 2026 di Omar Hotel, Tangerang.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham yang hadir menyetujui pemberian kewenangan kepada Direksi Perseroan untuk mempersiapkan pelaksanaan PMHMETD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan di bidang pasar modal. Aksi korporasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan serta mendukung rencana pengembangan usaha ke depan.
Direktur Utama PT Multi Makmur Lemindo Tbk, Firrisky Ardi Nurtomo, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh para pemegang saham terhadap langkah strategis Perseroan.
"Persetujuan pemegang saham atas persiapan rights issue ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap arah perbaikan dan pengembangan Perseroan. Manajemen akan menindaklanjuti persetujuan ini secara hati-hati, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fokus kami adalah memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan, serta membuka ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan usaha Perseroan ke depan," ujar Firrisky.
Sementara itu, tiga agenda RUPSLB lainnya, yaitu perubahan nama Perseroan, perubahan kedudukan Perseroan, dan peningkatan modal dasar, belum dapat diputuskan karena jumlah kehadiran pemegang saham belum memenuhi kuorum mayoritas khusus sebagaimana dipersyaratkan. Perseroan menegaskan bahwa hal tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun rencana kerja Perseroan yang sedang berjalan.
Manajemen Perseroan selanjutnya akan mempersiapkan penyelenggaraan RUPSLB kedua sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk membahas kembali agenda-agenda tersebut.
Fokus pada Pemulihan Kinerja dan Penguatan Tata Kelola
Pada hari yang sama, PT Multi Makmur Lemindo Tbk juga telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan tingkat kehadiran sebesar 63,728%. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan serta Laporan Keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dan Rekan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
Pengesahan laporan keuangan tersebut menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk terus memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan.
Terkait tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 2025, Perseroan menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan Perseroan untuk memperkuat posisi keuangan. Laba ditahan Perseroan akan digunakan untuk mendukung pemulihan kinerja serta menutup kerugian bersih tahun buku 2025 sebesar Rp17.642.844.487.
"Keputusan untuk tidak membagikan dividen pada tahun buku 2025 merupakan langkah yang perlu ditempuh agar Perseroan dapat lebih fokus pada pemulihan kinerja dan penguatan kondisi keuangan. Manajemen berkomitmen untuk mengelola sumber daya Perseroan secara disiplin, memperbaiki fundamental usaha, dan menciptakan dasar yang lebih kuat bagi pertumbuhan yang berkelanjutan," tegas Firrisky.
Sebagai bagian dari langkah pembenahan dan penguatan transparansi, RUPST juga menyetujui rencana penyajian kembali (restatement) laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Langkah ini dilakukan dalam rangka penyelarasan pencatatan dan pengungkapan laporan keuangan, termasuk terkait realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dengan diperolehnya persetujuan untuk mempersiapkan rights issue serta dilakukannya sejumlah langkah pembenahan laporan keuangan dan tata kelola, Perseroan berharap dapat membangun fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pemulihan kinerja dan pengembangan usaha secara berkelanjutan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
