BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PGE CATAT PRODUKSI LISTRIK 2.745 GWH SEPANJANG SEMESTER I 2026

Terbit Pada

05 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 06-07-2026, 04:30:pm

21625854

IQPlus, (5/8) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat produksi listrik pada semester I 2026 mencapai 2.745 gigawatt-hour (GWh) atau tumbuh 13,62 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode sama 2025 sebesar 2.416 GWh.

"PGE memiliki sumber daya panas bumi lebih dari 3 gigawatt (GW), salah satu portofolio terbesar di dunia saat ini. Prioritas kami adalah mengubah potensi tersebut menjadi kapasitas pembangkit yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Direktur Utama PGE Ahmad Yani di Jakarta, Selasa.

Perseroan juga mencetak availability factor sebesar 99,71 persen, capacity factor sebesar 90,42 persen, serta unplanned outage rate yang terjaga rendah pada level 0,11 persen.

Ahmad Yani mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya pemanfaatan aset pembangkit sekaligus konsistensi perseroan dalam menjaga operasi yang aman, andal, dan efisien.

Capacity factor PGE juga berada jauh di atas rata-rata perusahaan panas bumi global yang umumnya berkisar antara 75 hingga 80 persen.

Pertumbuhan produksi ditopang oleh kontribusi hampir seluruh wilayah operasi PGE, termasuk Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Karaha, serta kontribusi penuh PLTP Lumut Balai Unit 2 yang mulai beroperasi secara komersial pada akhir Juni 2025.

Produksi Lumut Balai Unit 1 dan 2 meningkat 108,2 persen secara yoy, didukung oleh operasi penuh Unit 2, peningkatan permintaan listrik, serta pasokan uap yang andal.

"Kami menargetkan kapasitas terpasang 1 GW pada 2028, 1,8 GW pada 2033, dan terus tumbuh hingga Indonesia menjadi negara dengan kapasitas panas bumi terbesar di dunia," ujar Ahmad Yani.

Pada 2026, PGE menargetkan produksi listrik dan uap terkonsolidasi mencapai 5.255 GWh, tumbuh sekitar 3,14 persen secara tahunan dan berpotensi menjadi rekor produksi tertinggi perseroan.

Target tersebut ditopang oleh kontribusi penuh Lumut Balai Unit 2 sepanjang tahun serta berbagai inisiatif untuk meningkatkan keandalan dan mengoptimalkan load factor pembangkit.

Sementara itu, Direktur Keuangan PGE Fransetya Hutabarat mengatakan pertumbuhan produksi turut terefleksi pada kinerja keuangan perseroan.

Mengacu pada laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, PGE membukukan pendapatan sebesar 235,027 juta dolar AS, tumbuh 14,7 persen secara tahunan.

"Pertumbuhan pendapatan yang kuat, didukung disiplin operasional yang berkelanjutan, mendorong laba bersih perseroan meningkat 15,48 persen secara yoy menjadi 79,605 juta dolar AS. Laba kotor perseroan turut meningkat 8,11 persen menjadi 130,4 juta dolar AS," katanya. (end)