BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERTAMINA : TERMINAL LPG TANJUNG SEKONG RAIH SERTIFIKASI TERMINAL HIJAU

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

07 August 2026

21831941

IQPlus, (7/8) - PT Pertamina (Persero) kembali mencatatkan Terminal LPG Tanjung Sekong resmi meraih Green Terminal Label Certification (GTLC) bintang 2 dari Bureau Veritas (BV), menjadikannya sebagai terminal LPG pertama di Indonesia dan dunia yang memperoleh predikat tersebut.

"Sertifikasi ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina, dan juga bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya sebuah terminal LPG mendapatkan sertifikasi Green Terminal Label bintang 2. Ini menunjukkan transformasi Pertamina dalam membangun bisnis yang berkelanjutan bagi masa depan perusahaan maupun lingkungan," ujar Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Agung, pencapaian tersebut bernilai strategis karena standar Green Terminal diterapkan pada fasilitas energi dengan karakteristik risiko tinggi, terutama dalam kegiatan penyimpanan dan penanganan LPG.

Sebagian besar terminal lain yang telah memperoleh sertifikasi GTLC merupakan pelabuhan umum atau terminal peti kemas.

Sertifikasi tersebut juga, kata Agung, menunjukkan kemampuan Pertamina dalam mengintegrasikan keandalan operasional dengan prinsip keberlanjutan.

Salah satu pengembangan utama dalam program Green Terminal Tanjung Sekong adalah integrasi energi terbarukan melalui pemanfaatan energi surya dan rencana penggunaan hidrogen hijau.

Pertamina sedang mengembangkan fasilitas produksi hidrogen hijau berbasis panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. di Ulubelu, Lampung, dengan kapasitas produksi hingga sekitar 100 kilogram per hari menggunakan teknologi elektrolisis Anion Exchange Membrane (AEM).

Hidrogen tersebut direncanakan akan dimanfaatkan di Terminal LPG Tanjung Sekong sebagai bagian dari pengembangan ekosistem hidrogen Pertamina dari hulu hingga hilir.

Integrasi energi dari sumber hidrogen hijau tersebut ditujukan untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi terbarukan pada kebutuhan listrik terminal.

Agung menambahkan, penerapan standar Green Terminal pada fasilitas penyimpanan dan penanganan LPG dapat menjadi referensi bagi pengembangan terminal minyak, gas, LNG, dan LPG lainnya, khususnya di lingkungan Pertamina Group.

Pertamina menargetkan enam fasilitas terminalnya juga memperoleh Green Terminal Label di masa depan, di antaranya Terminal LPG Tuban, Fuel Terminal Baubau, Fuel Terminal Kotabaru, dan Integrated Terminal Tanjung Uban.

"Sehingga ini menjadi sesuatu yang menjadi nilai tambah, keunikan, kekhasan Pertamina sehingga sustainability tadi bisa dicapai, dan dengan kolaborasi antar perusahaan semua bisa dicapai," ucapnya.

Terminal LPG Tanjung Sekong berlokasi di Cilegon, Banten, dan berperan sebagai salah satu pusat energi strategis yang mendukung penerimaan, penyimpanan, serta distribusi LPG kepada masyarakat dan industri.

Terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98 ribu MT (Metrik Ton) atau 196 ribu CBM (Cubic Meter), atau setara dengan 35-40 persen kebutuhan LPG Nasional dengan fasilitas jetty yang dapat melayani kapal berkapasitas sekitar 3.500 hingga 65 ribu DWT (Deadweight Tonnage). (end/ant)