PERTAMINA CATAT PRODUKSI SUMUR PENGEMBANGAN LLA-6 SEBESAR 1.321 BOPD
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
19 May 2026
13825579
IQPlus, (19/5) - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mencatat produksi awal sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA lepas pantai perairan utara Jawa Barat sebesar 1.321 barel minyak per hari (BOPD).
"Keberhasilan sumur LLA-6 ini kami dapatkan dari lesson learned Sumur LLE-5ST yang kami bor tahun lalu. Mengingat lapisan targetnya sama, formulasi dan strateginya kami sempurnakan," ujar Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ Adang Sukmatiawan dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Selain produksi minyak, sumur pengembangan itu juga mencatat produksi awal gas sebesar 2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan semburan hidrokarbon dari sumur ini mengalir deras secara natural dengan kadar air (Basic Sediment and Water/BSW) 0 persen.
Artinya, tutur dia, minyak yang diangkat benar-benar minyak murni.
"Hasilnya terbukti, kami bisa mendapatkan produksi yang sangat baik dengan eksekusi yang jauh lebih matang," kata Adang.
Adang menjelaskan, Sumur LLA-6 mulai ditajak pada 24 Maret 2026 secara directional menggunakan Rig PVD-II. Mata bor menembus hingga kedalaman akhir 5.407 kaki kedalaman terukur (feet measured depth/ftMD) atau setara dengan 3.561 feet true vertical depth (ftTVD), yaitu kedalaman vertikal sebenarnya dari titik tersebut ke permukaan bumi.
Seluruh rangkaian panjang ini, mulai dari fase pengeboran hingga uji alir produksi pada 2 Mei 2026, mampu diselesaikan dengan cepat, hanya dalam waktu 33 hari.
Durasi pengerjaan yang singkat ini langsung berdampak positif pada efisiensi anggaran. Berdasarkan estimasi lapangan terkini, total biaya yang terserap untuk Sumur LLA-6 hanya berada di angka 61,5 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas. Penghematan hingga nyaris 40 persen ini menjadi torehan prestasi tersendiri.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama memberikan apresiasi penuh atas kerja keras seluruh team yang terlibat. Baginya, capaian hasil maksimal dengan biaya efektif ini adalah wujud nyata dari upaya ketahanan energi domestik yang berkelanjutan.
"Keberhasilan ini sangat istimewa karena kita tidak hanya memikirkan seberapa besar lifting yang didapat, tapi juga seberapa efisien biaya yang dikeluarkan," kata Muzwir.
Pantang berpuas diri dengan selebrasi Sumur LLA-6, saat ini seluruh armada dan tim PHE ONWJ langsung mengalihkan fokus operasional. Mata bor kembali disiapkan untuk menembus target berikutnya di Sumur LLA-5 dan LLA-7.
"Masih ada beberapa rencana kerja bor dengan target lapisan yang sama ke depannya. Mohon doa agar hasil dari Sumur LLA-5 dan Sumur LLA-7 nanti bisa menyamai, atau bahkan lebih baik. Kami selalu melakukan ikhtiar dan doa terbaik untuk menggenjot produksi migas Indonesia. Bersama kita bisa," kata Muzwir. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
