PERMINTAAN GAS JEPANG AKAN TURUN JIKA PERANG IRAN PASOKAN NAFTA
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
25 March 2026
08354249
IQPlus, (25/3) - Permintaan gas Jepang mungkin akan turun jika perang di Iran terus membatasi pasokan nafta ke pabrik petrokimia dan memukul penjualan resin termasuk plastik ke berbagai produsen, kata para petinggi perusahaan gas pada hari Rabu.
Osaka Gas (9532.T), memasok gas ke pabrik-pabrik, dan jika pabrik-pabrik tersebut terpaksa mengurangi produksi karena kekurangan bahan baku, penjualan gas perusahaan akan turun, kata Presiden Osaka Gas, Masataka Fujiwara, dalam sebuah pengarahan.
Akan ada dampaknya jika pelanggan kami tidak dapat melakukan produksi," katanya.
Tokyo Gas (9531.T), juga memperingatkan potensi dampak dari kekurangan nafta bagi para produsen.
"Karena kami memiliki sejumlah pelanggan yang menggunakan nafta atau produk minyak bumi lainnya dalam operasi manufaktur mereka, setiap langkah untuk mengurangi aktivitas atau operasi mereka dapat berdampak pada penjualan gas kami," kata Presiden Tokyo Gas, Shinichi Sasayama, dalam konferensi pers terpisah.
Sejauh ini, katanya, belum terlihat dampak langsung.
Jepang mendapatkan sekitar 6% pasokan gas alam cairnya melalui Selat Hormuz, yang diblokir karena perang AS-Israel di Iran. Sekitar 90% kebutuhan minyak Jepang juga dulunya melewati selat sempit tersebut sebelum konflik pecah pada akhir Februari.
Fujiwara mengatakan Osaka Gas, salah satu importir LNG terbesar Jepang bersama dengan JERA dan Tokyo Gas (9531.T), telah mengamankan pasokan bahan bakar yang cukup untuk operasinya, dengan sebagian besar LNG-nya berasal dari Australia dan Amerika Serikat.
"Kami mengamankan sebagian besar LNG melalui kontrak jangka panjang, dan saat ini tidak ada kontrak jangka panjang untuk pengadaan LNG melalui Selat Hormuz," katanya, menambahkan bahwa kontrak jangka panjang dengan Oman telah berakhir tahun lalu.
Impor LNG oleh Jepang, pembeli terbesar kedua di dunia setelah China, turun 1,4% pada tahun 2025 dari tahun sebelumnya menjadi 64,98 juta metrik ton, dengan negara tersebut memulai kembali pembangkit listrik tenaga nuklir, meluncurkan energi terbarukan, dan meningkatkan efisiensi energi.
Stok LNG yang dimiliki oleh perusahaan utilitas besar Jepang meningkat menjadi 2,39 juta ton untuk pekan yang berakhir pada 22 Maret, data kementerian perindustrian menunjukkan pada hari Rabu, naik 5% dari pekan sebelumnya ke level tertinggi sejauh tahun ini. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
