BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERLUAS PORTOFOLIO PRODUK, AKASHA WIRA (ADES) TAMBAH KEGIATAN USAHA BARU

Terbit Pada

15 June 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 11-05-2026, 11:03:am

16528995

IQPlus, (15/6) - PT Akasha Wira International Tbk mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pengembangan usaha dengan merambah industri kembang gula non-cokelat (KBLI 10734). Langkah ekspansi ini diambil sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio produk perseroan, yang secara spesifik akan meluncurkan varian permen jeli baru dengan fokus pada konsep indulgent gummy dan functional gummy.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, emiten berkode saham ADES ini memerlukan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan.

Manajemen perseroan memaparkan bahwa keputusan masuk ke pasar permen gummy didorong oleh potensi pasarnya yang sangat dinamis dan berkembang pesat di Indonesia. Nilai pasar industri gummy domestik pada tahun 2026 diestimasi mencapai kisaran USD 850 juta hingga USD 950 juta, atau setara dengan Rp13,6 triliun hingga Rp15,2 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen permen jeli biasa serta segmen functional gummies yang mencatatkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) tertinggi sebesar 8,54%. Produk baru ini nantinya ditargetkan bagi konsumen usia 6 hingga 35 tahun yang menetap di wilayah perkotaan.

Guna menunjang kelancaran produksi dan pemenuhan regulasi registrasi produk di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), perseroan mengalokasikan investasi sebesar Rp46,215 miliar. Dana yang bersumber dari kas internal perseroan tersebut digunakan untuk pengadaan tanah seluas 4.766 $m^2$, bangunan pabrik seluas 1.794 $m^2$, serta mesin-mesin produksi senilai Rp37,69 miliar. Fasilitas produksi baru ini berlokasi di Jalan Raya Cikande Rangkasbitung KM 10, Kelurahan Majasari, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Sejalan dengan pembangunan fasilitas fisik, aspek operasional juga disiapkan dengan rencana penyerapan 63 tenaga kerja baru yang seluruhnya akan direkrut dari wilayah Kabupaten Serang. Untuk memastikan kelayakan jalannya bisnis, perseroan telah menunjuk Rinaldi, seorang profesional berpengalaman lebih dari tiga dekade di industri gula dan kembang gula (sugar confectionery), sebagai tenaga ahli utama. Dari sisi pasokan material, perseroan berkomitmen mengutamakan stabilitas dengan menggunakan 85% hingga 90% bahan baku lokal yang diperoleh dari mitra pemasok domestik terpercaya.

Rencana penambahan kegiatan usaha ini telah dinyatakan layak untuk dijalankan dari seluruh aspek berdasarkan laporan studi kelayakan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Budi, Edy, Saptono dan Rekan (KJPP BEST) per tanggal 12 Juni 2026. Analisis kelayakan keuangan menunjukkan indikator yang sangat positif, dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp216,416 miliar dan Internal Rate of Return (IRR) mencapai 159,92%, jauh melampaui tingkat pengembalian yang diasumsikan. Selain itu, proyeksi Payback Period (PP) untuk investasi ini diperkirakan tercapai dalam waktu 1 tahun 9 bulan.

Agenda permintaan restu atas penambahan kegiatan usaha baru ini akan diputuskan dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 10.00 WIB. Rapat tersebut akan digelar secara tatap muka di pabrik perseroan yang berlokasi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sesuai dengan Anggaran Dasar perseroan dan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020, keputusan pengubahan anggaran dasar ini wajib memenuhi kuorum kehadiran dan persetujuan minimal $2/3$ bagian dari seluruh saham yang memiliki hak suara sah yang hadir dalam rapat. (end)